Telkom Kepakkan sayap ke Malaysia

MALANG POST - Telkom akhirnya meresmikan komersialisasi layanan seluler berbasis Mobile Virtual Network Operation (MVNO) di Malaysia dengan mengusung brand Kartu As.
"Keberadaan Kartu As ini utamanya ditujukan bagi para pahlawan devisa Indonesia agar mudah berkomunikasi khususnya ke sanak keluarga di tanah air," jelas Arief Yahya, CEO Telkom Group dalam keterangannya, Senin (18/11).
Arief yang ditemani oleh Direktur Utama Telkomsel, Alex Janangkih Sinaga, menjelaskan, ekspansi MVNO ini telah disiapkan sejak tiga bulan terakhir di bawah bendera Telkom International (Telin) Malaysia.
Dijelaskannya, Telkom dalam menghadirkan layanan di Malaysia menggunakan strategi business follow the people, dimana keberadaan masyarakat Indonesia di Malaysia adalah yang terbesar di luar negeri yaitu tak kurang dari tiga juta warga Indonesia tinggal dan bekerja di sana.
Telkom sendiri kabarnya menyiapkan investasi sekitar USD 10 juta untuk mendukung ekspansi ke Malaysia dengan mitra Maxis sebagai penyelenggara jaringan.
Saat ini penetrasi pengguna seluler di Malaysia diperkirakan sudah mencapai 132 persen. Di Malaysia, terdapat tiga pemain besar seluler yakni Maxis, Celcom, dan Digi. Maxis dan Celcom disebut sebagai penguasa dengan pangsa pasar 32 persen hingga 33 persen bagi keduanya.
Sedangkan pemain yang mendapatkan lisensi MVNO di Malaysia lebih dari 12, tetapi yang aktif beroperasi cuma enam.Di Malaysia penguasa pasar MVNO adalah Tune Talk yang masih bagian dari Air Asia Group.Diperkirakan ada sekitar 700 ribu pelanggan Tune Talk dengan ARPU sekitar USD 10 hingga USD 13 per bulan.
Telkom telah mencanangkan untuk hadir di 10 negara di dunia di tahun 2013 ini sebagai program internasional expansionnya. Negara yang dimasuki Telkom sebelumnya adalah Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia dan Myanmar.
Menandai komersialisasi Kartu As di Malaysia, Telkom juga membuka Kedai GraPari yang menelan investasi sekitar Rp 1 miliar. "Kami sedang survei untuk keberadaan Kedai GraPari di Johor, Penang, Malaka, dan kota Kinibalu," ungkap Oki Wiranto, CEO Telin Malaysia.
Telkom juga terbuka untuk mitra dari Indonesia yang ingin melakukan co-branding dalam mendirikan Kedai GraPari.
"Sejauh ini kami dibantu Telesindo dan Akar Daya untuk dealer dari Indonesia. Dua lagi dari Malaysia," paparnya lebih lanjut.
Kedai Grapari Telkomsel berlokasi di Chow Kit, sub daerah yang berada di tengah kota Kuala Lumpur. Kawasan ini memiliki pasar yang dikenal sebagai pusat perdagangan yang ramai dikunjungi oleh warga Indonesia di Malaysia.
"Tidak hanya sebagai pusat pelayanan Kartu As, Kedai Grapari juga hadir sebagai pusat aktivitas komunitas warga Indonesia di Kuala Lumpur," pungkas Oki.dtc/fia)