1500 Akses Poin Aktif di Akhir Tahun

MALANG – PT Telkom Indonesia Wilayah Telekom (Witel)  Jatim Selatan yakin lebih dari 1500  akses point WiFi ID terpasang di seluruh wilayah Malang Raya. Keyakinan itu kemarin dikatakan oleh GM Witel Jatim Selatan Malang, Edwin Aristiawan.
Kepada Malang Post pria yang ditemui disela-sela acara pengucuran dana untuk Mitra Binaan Witel Jatim Selatan di Kantor Telkom Jalan A Yani ini mengatakan saat ini pihaknya sudah memasang lebih dari 1400 akses point WiFi ID.
“Saat ini saja sudah 1443 akses point yang sudah terpasang di wilayah Malang Raya. Pada akhir tahun nanti pasti pasti lebih dari 1500 akses point terpasang.’’ urainya.
Angka 1500 itu dikatakannya sesuai dengan target. Sebelumnya, Witel Jatim Selatan memiliki target pemasangan akses point tahun 2013 ini, sebanyak 1500. Jumlah itu kemudian membengkak seiring banyaknya permintaan dari masyarakat. Terutama para pelaku usaha. Namun begitu, permintaan tersebut tidak semuanya dikabulkan. Karena pihaknya tetap mengutamakan sekolah-sekolah untuk pemasangan WiFi ID.
“Fokus kami sebetulnya di sekolah-sekolah, mulai tingkat SD-SMA/SMK, serta kampus-kampus, fasilitas umum baru kemudian tempat umum seperti kafe atau tempat hiburan lainnya,’’ tambah Edwin.
Adanya WiFi ID memang cukup menguntungkan. Itu karena masyarakat bisa menjelajah internet dengan kecepatan 3-10 megabyte per second (mbps). Artinya, dengan WiFi ID ini, pelanggan tidak akan menemukan kendala apapun saat sedang berinternet.
“Bahkan saat pelanggan melakukan streaming video, mendownload aplikasi atau film, sama sekali tidak ada kendala, lancar jaringan kami ini mampu berjalan 3-10 mbps,’’ urainya. Kecepatan tersebut tidak sekedar ucapan. Itu karena pihaknya telah menanamkan teknologi broadband untuk akses point WiFi ID. “Sebetulnya ada tiga jenis teknologi jaringan, pertama Fiber Optik (FO), Tembaga (kabel) dan broadband. Untuk teknologi broadband dampaknya jelas, yaitu memberikan efek kecepatan luar biasa saat menjelajah internet. Kami merupakan operator pertama yang menggunakan teknologi ini,’’ ungkapnya, sembari mengatakan pihaknya terus melakukan perbaikan, untuk memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat.
Sementara kegiatan pengucuran dana kepada Mitra Binaan Witel Jatim Selatan kemarin berjalan sangat lancar. Melalui Unit Community Development Center (CDC), pihak Witel Jatim Selatan mengucurkan dana Rp 1.5 M, yang diserahkan secara simbolis oleh Asman PKBL CDC Witel Jatim Selatan, Gatot Indra Susilo dan diterima oleh Dra Anisati, selaku pengerajin Keramik Dinoyo.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Telkom dalam melaksanakan program Good Corporate Citizenship melalui Corporate Social Responbility dengan memberikan pinjaman lunak berjangka waktu kepada pengusaha kecil,’’ kata Gatot.
Kepada para pihak UKM Mitra Binaan, Gatot berharap dana pinjaman CDC dimanfaatkan dengan maksimal untuk pengembangan usahanya. Dia juga menginformasikan beberapa program Telkom diantaranya IndiSchool dan Indonesia Wifi, Yang menurutnya kedua program ini bertujuan agar masyarakat Indonesia, khususnya di Malang Area agar lebih mengenal internet sebagai media pembelajaran dan pengetahuan.
"Dana yang dikucurkan kali ini, merupakan dana yang cukup besar yang disalurkan khusus untuk Mitra Binaan. Hal ini terjadi, mengingat produktivitas dan intensitas kelancaran pengembalian dana di Malang dapat dikategorikan sangat lancar. Pemberian dana bergulir ini juga diharapkan oleh jajaran Telkom dapat membantu para Mitra Binaan dalam menjalankan usahanya, sehingga menjadi usaha Kecil yang tangguh dan mandiri, " urainya.
Usai pengucuran dana, kegiatan kemarin dilanjutkan dengan pembekalan kewirausahaan oleh team dari Imbis (Internet Marketing and Business), Farid Angga Pribadi. Menurutnya banyak Mitra Binaan Telkom yang berhasil karena produknya dipasarkan melalui website.
Farid mengharapkan, keberhasilan tersebut dapat dicontoh oleh MB Telkom lainnya. Dari Business Service WJS Malang memberikan pembekalan tentang produk knowledge. Hal ini dirasa perlu. Karena sebagai mitra binaan Telkom tentunya harus paham dengan produk-produk Telkom yang dapat menunjang kelancaran usahanya, antara lain mengembangkan atau memasarkan produk melalui dunia maya atau online. Acara diteruskan dengan sosialisasi IndiHome dari CS Malang.(vik/fia)