268 Pedagang Gabung BosToko Telkom

MALANG - Tidak hanya menyediakan modal pinjaman lunak, PT Telkom Indonesia juga menyediakan Aplikasi khusus untuk perkembangan UKM di Malang Raya. Aplikasi tersebut bernama BosToko (Bisa Online untuk Semua Toko). Sekalipun baru beberapa waktu lalu diluncurkan, namun kehadirannya, cukup mendapat perhatian. Itu terbukti, sudah ada 268 pedagang yang meminta aplikasi ini kepada pihak PT Telkom Indonesia, Wilayah Telkom (Witel) Jatim Selatan.
“Jumlah tersebut melebihi target. Target kami tahun 2013 ini hanya 250 saja, dan sekarang sudah ada 268 pedagang yang meminta penerapan aplikasi ini,’’ kata General Manajer PT Telkom Indinesia Witel Jatim Selatan, Edwin Aristiawan kepada Malang Post kemarin (19/12).
Jumlah tersebut diiyakini  Edwin akan terus bertambah, seiring dengan tingginya antusias pedagang.  “Kemarin kami juga kembali melakukan sosialisasi, baik di Kota Malang, Kabupaten Malang serta Kota Batu. Dan kami yakin, dengan sosialisasi ini, akan banyak lagi pengguna yang akan menerapkan aplikasi ini.
Edwin mengatakan, PT Telkom sengaja membuat aplikasi ini seiring dengan berbagai kendala dan tantangan (seperti permodalan, akses pasar, strategi marketing, sistem ICT dan lain-lain) yang tetap menggelayuti beberapa pelaku UKM, namun UKM tetap mampu menunjukkan eksistensinya.Bahkan, beberapa pelaku UKM juga telah berhasil bertransformasi dalam menjalankan bisnisnya. Transformasi menggunakan layanan Information Communication and Technology (ICT) yang tepat, mampu membuat UKM melebarkan pasar serta menumbuhkan bisnisnya.
Telkom, sebagai BUMN yang bergerak pada sektor ICT, turut berkontribusi untuk memajukan dunia UKM Indonesia. Telkom selama ini telah menyediakan berbagai layanan aplikasi dan akses (konektifitas) khusus dalam rangka pengembangan UKM. Salah satunya adalah penyediaan aplikasi BosToko (Bisa Online untuk Semua Toko).
TELKOM sendiri telah meluncurkan aplikasi eToko sejak awal tahun 2013 dengan pilot project UKM di Bandung, dan hingga kini telah digunakan 2.000-an toko. Setelah berjalan dan penyerapan pasar dianggap bagus, maka TELKOM semakin serius untuk meluncurkan layanan yang diberi nama BosToko. TELKOM menggandeng INFORSYS sebagai mitra pengembang aplikasi lokal untuk menggarap pasar tersebut.
Seperti yang dikatakan Direktur Enterprise & Business Service TELKOM, Muhammad Awaluddin dalam siaran persnya, bahwa ini menjadi seebuah pembuktian komitmen Telkom untuk serius menggarap dan mengembangkan pasar UKM Indonesia. Telkom memasarkan secara serentak sebuah aplikasi layanan untuk Retail atau toko on-line diseluruh Indonesia.
Aplikasi yang diberi brand BosToko, Bisa Online untuk Semua Toko. Keberhasilan untuk memasarkan lebih dari seribu titik BosToko ini semakin menambah kepercayaan untuk semakin serius melayani pasar UKM .
“Di wilayah Telkom Jatim Selatan sendiri aplikasi eToko sudah ditawarkan oleh Business Account Manager di-61 witel (wilayah telekomunikasi). Hasilnya ada 86 toko, dari target 80 toko. Darti jumlah tersebut, kami sudah memasarkan 268 aplikasi e-toko, dari target 250 sampai akhir tahun 2013. Sebuah rekor baru dalam pemasaran aplikasi eToko,’’ kata Edwin dengan tersenyum.
Sekalipun sudah mencapai target, pihaknya tidak akan berhenti, dan terus menggalang para pedagang untuk menggunakan aplikasi ini. ia menuturkan, BosToko merupakan salah satu aplikasi yang dipersembahkan Telkom kepada pelaku UKM Indonesia. BosToko mengusung konsep Mudah, Murah dan Manfaat. Mudah karena bagi pelaku UKM tidak perlu investasi server lagi. Data Server disediakan oleh Telkom melalui teknologi cloud.
Telkom memberi kemudahan dengan bundling software dengan akses konektifitas. Penggunaannya-pun sangat mudah. Berbagai menu disediakan pada BosToko tersebut, mulai dari penjualan, pembelian, point of sales, keuangan, persediaan hingga komunikasi bisnis. Selanjutnya, Murah, karena Telkom menawarkan biaya per-transaksi. Cukup Rp. 100 per-transaksi dengan maksimal biaya Rp 300 ribu per-bulan. (vik/sir/fia)