Pengetahuan, Mental, dan Hati Harus Seimbang

MALANG POST -"semua orang bisa jadi pemimpin," begitulah yang dikatakan Hasnul Suhaimi CEO PT XL Axiata (XL) kemarin. Pria yang hadir dalam acara Book Talk and Leadership Talk, Everyone Can Lead dan lomba Leadership Osis se Jatim di Airlangga Convention Center, Surabaya ini menjelaskan, tidak ada yang tidak mungkin, asalkan ada kemauan. Menurutnya ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk menjadi pemimpin yang sukses. Pertama adalah prepare. Prepare tersebut meliputi ilmu pengetahuan, skill dan kreatifitas. "Pertama ilmu dulu. Kalian harus sekolah, untuk mendapat ilmu pengetahuan, tapi tidak semua ilmu juga didapat dari bangku sekolah. Banyak ilmu yang bisa kita dapat dari luar bangku sekolah," katanya.
Pria bertubuh kecil ini juga mengatakan, agar yang hadir tidak segan-segan untuk membaca, karena dengan membaca  ilmu tidak hanya bisa didapat dari banya pengetahuan. Kedua adalah skill. Menurutnya memiliki ilmu pengetahuan tapi tidak punya skill juga percuma. Untuk skill ini, Hasnul pun meminta semua yang hadir tidak takut mencoba.
"Punya konsep langsung terapkan, gagal, mencoba lagi, disitulah nanti kunci sukses dapat ditemukan," tambahnya. Kunci ketiga menuju sukses adalah kreatif. Semua orang harus memiliki jiwa kreatif, ide apapun, langsung di share dengan teman, jangan hanya diam," urainya.
Kedua kunci sukses adalah contribute. Sama seperti prepare, contribute juga terdiri dari tiga bagian, yaitu best efforts, results dan helpful.
"Artinya semuanya ini harus seimbang. Pengetahuan, mental, serta hati semuanya harus seimbang, jangan sekedar pintar, tapi nggak punya hati," urainya.
Selain berbicara tentang semua orang bisa jadi pemimpin, Hasnul juga berbicara banyak tentang program XL yaitu Future Leader. Program tersebut mulai ada  sejak tahun 2012 lalu, XL membuat program future leader. Program ini merupakan CSR XL untuk bangsa Indonesia yang lebih baik.
"Future leader sekarang sudah angkatan ke dua. Angkatan pertama kami menjaring 126 orang. Mereka dari mahasiswa, dan kegiatan future leader sama sekali tidak mengganggu kegiatan perkuliahan," katanya.
Dalam program ini, pihaknya memberikan pembelajaran untuk menjadi pemimpin yang baik. Dan hasilnya dari 126 orang ini, 80 persen sukses menjadi pemimpin. "Kegiatan ini tidak terikat, artinya setelah lulus mereka bisa bekerja dimana saja, bahkan sekarang mereka dari angkatan pertama sudah banyak bekerja di perusahaan-perusahaan ternama. Ini sangat sukses," katanya.
Dari program ini, Hasnul menjelaskan pihaknya sama sekali tidak menarik keuntungan. Seperti pada CSR pada umumnya, pihaknya justru menyediakan dana. "Tahun 2012 lalu kami menyediakan Rp 12 M untuk program ini, dan tahun ini 1.5 lebih tinggi dari program awal," tandasnya.
Sementara Mutia Zakia Salma, anggota future leader batch 1 mengaku sangat senang dengan program Future Leader. Program ini betul-betul membukakan pintu pikirannya menatap dunia ke depan.
"Sebelumnya kami bingung akan kemana setelah lulus kuliah, tapi setelah mengikuti program ini kami betul-betul yakin, dan siap bekerja dimana saja, serta menghasilkan yang terbaik," kata mahasiswa hubungan internasional, Fisip. Universitas Airlangga kemarin.
Sementara Asep Kambali, penggagas komunitas Historia Indonesia mengakui jika program Future Leader XL ini sangat menarik. Itu karena program ini memiliki visi menjadikan bangsa Indonesia lebih baik. Pria yang kemarin mendampingi Hasnul pun meminta semua yang hadir tidak melupakan sejarah. karena bangsa yang maju, adalah bangsa yang mengenang dan mengenal sejarahnya.(Vik/fia)