Perubahan Iklim Bunuh Anak Pinguin

NASA menunjukkan dalam sebuah video mengenai perubahan iklim yang terjadi di Bumi sejak lebih dari 60 tahun lalu. Terungkap bahwa Bumi semakin panas dari tahun ke tahun. Dilansir Cnet, Sabtu (1/2/2014), NASA menunjukkan melalui video, peta temperatur Bumi dari 1950 sampai dengan 2013. Data memperlihatkan bahwa perubahan temperatur global tidak bergerak lambat, tetapi meningkat.
Video yang dirilis badan antariksa Amerika Serikat ini juga menjelaskan bahwa Bumi kian menghangat. Puncak terpanas kabarnya pernah terjadi pada 1998, 2000, 2005 dan 2010. Menurut NASA Goddard Institute for Space Studies (GISS), rata-rata temperatur Bumi di 2013 mencapai 14,6 derajat Celcius. Rata-rata ini 0,6 derajat Celcius lebih tinggi ketimbang era tahun 2000-an.
Rata-rata temperatur global meningkat 0,8 derajat Celcius sejak 1880. Data ini menunjukkan bahwa tren perubahan iklim sedang berlangsung.
"Walau satu tahun atau satu musim bisa dipengaruhi oleh peristiwa cuaca yang acak (random), analisis ini menunjukkan perlunya untuk melanjutkan pemantauan jangka panjang," kata Gavin Schmidt, klimatolog GISS.
Peneliti GISS mengatakan, temperatur global meningkat seiring bertambahnya tingkat gas greenhouse (rumah kaca) di atmosfer. Emisi ini disebabkan aktivitas manusia. Tingkat karbondioksida di atmosfer bumi mencapai lebih dari 400 part per million.
Sementara itu, Sekelompok anak pinguin mati di sepanjang garis pantai Argentina karena tak tahan dengan cuaca ekstrem yang sangat dingin. Peneliti mengatakan, perubahan iklim akibat pemanasan global menjadi sebab terbesar kematian kawanan pinguin ini.
Pinguin tersebut mati kedinginan lantaran diterjang badai besar akibat dampak cuaca ekstrem yang terjadi di seluruh dunia. Anak-anak pinguin itu mati akibat hipotermia karena belum memiliki lapisan pelindung dari suhu dingin seperti pinguin dewasa.
Peneliti yang sudah melakukan studi pada pinguin selama 30 tahun itu mengatakan hujan badai yang lebih sering dan lebih basah membuat anak-anak pinguin ini mati. "Hujan yang terus menerus telah membunuh banyak pinguin," kata P. Dee Boersma, ilmuwan dari University of Washington seperti dikutip LiveScience.
Boersma juga memperkirakan, sejumlah kawana pinguin lainnya di sekitar wilayah garis pantai Argentina mengalami nasib yang serupa. "Kita sedang melihat tahun-tahun dimana hampir tidak ada anak pinguin yang mampu bertahan hidup jika perubahan iklim membuat badai jadi makin besar dan lebih sering dari tahun-tahun sebelumnya," tutup Boersma. (ozn/fia).