Axioo dan Polytron Produksi Smartphone Indonesia

MALANG POST - Industri telepon seluler (ponsel) di Indonesia kini mulai berkembang. Tahun ini sudah ada dua pabrik yang mulai memproduksi ponsel jenis smartphone yakni Axioo dan Polytron. Sebelumnya Polytron merancang dan mengembangkan produk-produk ponsel di China karena industri komponen dalam negeri yang belum mampu memasok. “Sudah (produksi), ada satu lagi selain Polytron yaitu Axioo,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat saat ditemui selepas memberikan arahan pada Rapat Kerja Kementerian Perindustrian, di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin.
Namun dia belum mengetahui berapa kapasitas produksi kedua pabrikan ponsel tersebut. “Belum besar sih,” tambahnya. Dia memaparkan, impor ponsel pada tahun 2013 lalu diperkirakan mencapai 70 juta unit. Hidayat menambahkan, meski sudah ada produksi dalam negeri, namun belum bisa secara signifikan berperan menggantikan impor ponsel. Bagi Hidayat yang penting setidaknya industri dalam negeri bisa membuktikan mampu memproduksi ponsel
“Itu adalah pengakuan kita kalau produk Indonesia sudah bisa tampil. Nanti produknya bisa merek Garuda atau apa,” tegasnya. Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi pernah mengatakan, sepanjang 2013, ada sekitar 15 pabrik komponen telekomunikasi yang terbangun. Mulai dari pabrik pembuatan casing, keypad, baterai, LCD dan charger.
Rencananya, komponen telekomunikasi lokal sudah terpasang pada perangkat-perangkat seluler bermerek lokal Indonesia pada 2016. Adapun mulai tahun ini, pembangunan pabrik perangkat seluler/produk telepon genggam atau smartphone sudah mulai dilakukan. Pada Oktober lalu, perusahaan pembuat komputer dan perangkatnya elektronika, Axioo meresmikan pabrik ponsel dan tablet di Cakung dan Sunter. Adapun investasinya sekitar US$10 juta-US$15 juta. Kapasitas produksi HP dan Tablet merek Axioo (PT Tera Data) 750.000 unit/tahun.
Apalagi, pengguna ponsel pintar di Indonesia terus meningkat. Bahkan, sebuah lembaga riset menyebutkan bahwa Tanah Air berada di peringkat kelima dalam daftar pengguna smartphone terbesar di dunia. Data ini dilansir oleh analis kawakan Horace H. Dediu melalui blognya, asymco.com. Di situ tertulis jika populasi Android telah lebih 1 miliar, sedangkan iOS mencapai 700 juta. Selain data soal populasi jenis sistem operasi, Dediu juga juga mengurutkan negara mana saja yang memiliki jumlah pengguna smartphone terbesar.
Posisi pertama jelas diduduki oleh China. Dengan populasi lebih dari 1 miliar penduduk, Nnegeri Tirai Bambu memiliki jumlah pengguna smartphone terbesar, mencapai 422 juta. Di bawah China, ada Amerika Serikat dengan jumlah pengguna mencapai 188 juta. Tepat di urutan ketiga dan selanjutnya adalah India, Brazil dan Jepang. Dalam data tersebut disebutkan pula Indonesia menduduki posisi 5 besar dengan pengguna aktif sebanyak 47 juta, atau sekitar 14 persen dari seluruh total pengguna ponsel. (dk/mar)