On Off dengan Sensor Wireless

Kacamata 3D Samsung
MALANG – Sejak tahun 2012 lalu, Samsung sudah melanglang buana dengan produk Smart TV nya. TV LCD atau TV LED yang terkoneksi langsung dengan internet, memberikan nilai plus pada produk-produk Samsung. Namun begitu, perusahaan yang berbasis di Korea Selatan ini tidak puas. Berbagai inovasi dilakukan. Hingga akhirnya, Samsung mampu menciptakan smart TV 3D. Kehadirannya pun sangat memuaskan. Terutama para pecinta film.
Hadirnya, TV LCD atau LED 3D tersebut betul-betul memukau. Lantaran gambar yang dihasilkan betul-betul hidup, dan penontonnya betul-betul menikmati sensasi gambar yang luar biasa. Namun begitu, TV saja tidak cukup. Karena untuk melihat gambar 3D juga dibutuhkan perangkat tambahan berupa kacamata 3D.
“Karena menjadi satu kesatuan, maka untuk pembelian LED TV 3D dilengkapi dengan dua kacamatannya. Ini berlaku untuk semua jenis LED TV 3D,’’ kata PIC Samsung, Plaza Elektronik, Faris Setiawan.
Faris mengatakan, kacamata 3D Samsung berbeda dengan kacamata 3D milik pabrikan lain. Itu karena perangkat ini disetel hidup. “Kacamata ini sangat flexible. Dia bekerja secara otomatis saat berhadapan dengan LED 3D Samsung. Artinya, sensor yang tertanam seketika hidup dan mati saat tidak digunakan. Untuk koneksinya, terhubung dengan teknologi wireless,’’ katanya. Seperti perangkat elektronik lain, yang bekerja dengan sambungan wireless, kacamata 3D Samsung ini tetap membutuhkan daya. “Untuk pengisian dayanya juga menggunakan wireless charging, yang disediakan saat pembelian,’’ tambahnya, sembari mengatakan baterai pada perangkat ini bertahan hingga 40 jam, dan saat dayanya habis, pengguna hanya perlu melakukan pengecasan 2 jam saja. Untuk ukurannya, perangkat ini juga tidak terlalu besar. Sehingga siapapun bisa menggunakan kacamata 3D ini dengan nyaman,’’ tandasnya.(vik/fia)