Indosat Bagikan Starter Pack ke Korban Kelud

MALANG – Kendati sempat mengalami gangguan saat Gunung Kelud erupsi, namun PT Indosat Tbk memastikan dua hari pasca kejadian tersebut, operasional BTS di seputar wilayah Kelud sudah normal.
"Ada 11 BTS yang mati karena pemadaman PLN saat Kelud meletus. Tujuh diantaranya di wilayah Kediri dan Blitar, sedangkan empat lainnya di Kabupaten Malang. Tapi kami sudah melakukan perbaikan. Setidaknya 9 dari 11 BTS   tersebut sudah kembali normal," kata Manager Marketing dan Fast Community East Java, PT Indosat Tbk, Mohammad Solihin.
Belum optimalnya jaringan ini tak lain karena posisi BTS yang betul-betul mepet dengan gunung, dan hingga saat ini akses ke BTS tersebut belum dibuka. "Jika akses jalannya sudah dibuka, kali langsung melakukan perbaikan," kata pria yang kemarin ditemui Malang Post di sela-sela menyerahkan bantuan berupa logistik kepada para korban letusan Gunung Kelud.
Sedangkan lima BTS yang terdampak, dijelaskan pria berkacamata minus ini sudah tidak ada kendala, karena tenaganya dialihkan menggunakan jenset. "Secara global kondisinya sudah normal. Jaringan Indosat di wilayah Kabupaten Malang, Kediri dan Blitar beroperasional dengan baik. Kami juga terus melakukan pemantauan," katanya.
Sementara itu kemarin (21/2), PT Indosat Tbk kembali melakukan misi kemanusiaan terhadap korban letusan Gunung Kelud. Dipimpin langsung oleh Head Of Sales, Indosat Malang, Erwiyati Sri Lestari,  tim CSR Indosat mememberikan bantuan berupa pengobatan gratis, dan memberikan logistik kepada para korban. Pengobatan gratis pertama digelar di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Pengobatan gratis ini digelar, lantaran desa Sumber Brantas terdampak abu vulkanik letusan Kelud.
Setelah dari Desa Sumberbrantas, tim CSR Indosat langsung menuju Posko Pengungsian di  Ngantang. Di Posko ini, pihak CSR kembali memberikan bantuan.
"Hari ini kami sengaja menyerahkan bantuan kepada para pengungsi letusan gunung kelud. Bantuan diantaranya berupa pengobatan gratis yang digelar di desa Sumber Brantas dan Dusun Sromo, Desa Banturejo, Kecamatan Ngantang. Selain itu kami juga menyerahkan sumbangan berupa sembako, kepada para pengungsi," katanya sembari menjelaskan sumbangan logistik tersebut diperoleh dari para karyawan Indosat seluruh Indonesia.
Selain menyerahkan bantuan berupa logistik, Indosat juga memberikan bantuan berupa telekomunikasi, yaitu dengan menyediakan telepon umum gratis. Bagi para pengungsi, diberikan telepon gratis yang tidak terbatas.
"Kami juga membagikan kartu IM3 Arema kepada para pengungsi dan warga yang menjadi korban Kelud. Dengan ini, kami berharap komunikasi warga tetap berjalan dengan baik," kata waniya berjilbab ini.
Sedangkan untuk keperluan pemberitaan pihak Indosat juga mendirikan media centre. Media senter tersebut diperuntukkan kepada para wartawan yang melakukan peliputan berita. "Media centrebini langsung tersambung dengan satelit, sehingga sudah tentu memiliki kecepatan luar biasa. Ini kami berikan untuk wartawan yang terus melakukan update berita," jelas Solihin.
Sedangkan pengobatan gratis ini tentu disambut baik oleh seluruh warga, karena bencana alam tersebut membuat kesehatan para korban erupsi Kelud mengalami beberapa gangguan kesehatan.
"Kami sangat berterima kasih kepada Indosat. Bantuan seperti ini yang memang ditunggu warga, yang saat ini banyak mengalami gangguan kesehatan," Kades Sumberbrantas Suliono.
Senada, kades Banturejo, Ngantang, Kusnanto mengaku jika bantuan yang diserahkan Indosat sangat berarti bagi warganya. "Saya menerima dan akan melaksanakan amanah ini dengan baik. Bantuan yang diberikan ini akan kami salurkan kepada warga yang tertimpa musibah," tandas Kusnanto yang mengatakan tiga dusun di desanya semuanya terdampak letusan Gunung Kelud.(vik/fia)