Pins Mulai Mereguk Untung

Telkom cukup sukses membawa anak usahanya, Premises Integration Service (PINS Indonesia) yang bergerak di bisnis perangkat, untuk meraih keuntungan selama 2013 dari posisi rugi di 2012.
Vice President Public Relations Arif Prabowo mengatakan, kinerja PINS Indonesia membaik setelah menerapkan filosofi Solid, Speed, Smart (3S) dalam mengkonsolidasi kekuatan grup menuju arah positif
"Anak usaha kami yang satu ini berhasil meraih keuntungan Rp 37,5 miliar di 2013 dari posisi rugi sebesar Rp 122,3 miliar di 2012," papar Bobby, panggilan akrab Arif Prabowo.
Direktur Utama PINS Slamet Riyadi menambahkan, kinerja positif dari PINS selama 2013 tak bisa dilepaskan dari tumbuhnya pendapatan sebesar 71% yakni Rp 560 miliar di 2012 menjadi Rp 1,001 triliun di 2013.
Ia juga mengatakan, PINS pada tahun 2014 ini membidik pendapatan sebesar Rp 1,5 triliun dengan dukungan belanja modal sebesar Rp 123 miliar, naik dibanding 2013 sebesar Rp 54 miliar.
“Kami memiliki visi menjadi Premises Integrations Services dan superior manage services provider di Indonesia. Kami ingin menyediakan CPE dan periferalnya dengan perangkat-perangkat yang mutakhir," ujarnya.
Selain itu, PINS akan menyediakan layanan total solusi atau integrasi dan manage service dalam Premises Equipment. Terakhir, memenuhi kebutuhan Telkom Group dan non-Telkom Group melalui sistem distribusi yang mencakup seluruh area layanan Telkom Group dan customernya.
Menanggapi hal ini, Bobby mengatakan, Telkom memang memberikan perhatian kepada bisnis dari anak-anak usaha yang bergerak di bisnis Information, Multimedia, dan Services (IME) agar terus tumbuh untuk mendukung bisnis konektivitas yang dilakukan lini telekomunikasi.
“Bisnis IME yang dikelola anak-anak usaha Telkom terus menunjukan pertumbuhan karena kita sinergikan dengan bisnis telekomunikasi yang memiliki skala ekonomi besar.Kedepan kita terus bidik bisnis anak-anak usaha di IME tumbuh dobel digit setiap tahunnya di sisi operasional,” paparnya.
Seperti diketahui, PINS adalah anak usaha Telkom di bisnis Premises Integration Service dengan pilar bisnis utama, yaitu penyediaan perangkat (Premises Equipment/PE), layanan integrasi perangkat dan jaringan (Premises Intergration/PI), serta pemeliharaan perangkat dan jaringan (Operation dan Maintenance).
"Beberapa mitra yang digandeng PINS di antaranya perusahaan global seperti Cisco, HP, Samsung, ZTE, Huawei, LG, dan Palo Alto," pungkas Slamet.(dtc/fia)