Aplikasi 'Made in Indonesia' Serbu Android Nokia

MALANG POST - Nokia yang akhirnya masuk ke ranah Android lewat tiga ponsel seri X pertamanya, ternyata cukup disambut hangat oleh para pengembang aplikasi dari Indonesia. Eldwin Viriya, Founder & CEO Own Game, yang biasa merilis game di toko aplikasi Nokia Store, mengaku telah menyiapkan satu judul game yang cocok untuk dijalankan di ponsel Nokia dengan platform Android tersebut. Game yang siap tayang di Nokia X itu bertitel Eyes On Dragon yang mengangkat maskot Own Games bernama Tako sebagai tokoh utamanya.
Eldwin bercerita, gaya permainan game ini hampir mirip dengan Temple Run. Sang tokoh utama mesti mengejar naga yang lepas di kandang. Game bertipe running ini mengusung grafis 3D. Dalam pengejarannya itu, pemain akan mendapatkan sejumlah fitur unik. Salah satunya mirip seperti game Flappy Bird. “Sebelumnya kami sudah mengembangkan game untuk Nokia Asha dan Windows Phone. Sampai saat ini sudah 10 game yang kami kembangkan dan di-download lebih dari 3,9 juta kali,” terang dia.
Tak hanya aplikasi game saja, aplikasi ciamik lainnya yang juga siap unjuk gigi di Nokia X adalah SocPlay, jejaring sosial untuk aplikasi playlist lagu. Aplikasi ini buatan developer lokal Deddy Avianto dkk dari PT Jejaring Kreasi Digital. “Sudah dites lancar. Yang sekarang baru share NP (now playing) saja ke timeline. Lagi develop versi 2.0. Harusnya April deliver,” ujar Deddy. Animo tinggi para developer Indonesia menyambut kehadiran Nokia X tentu membuat senang para petinggi Nokia.
Bagi mereka, konten adalah raja. Nokia paham, sehebat apapun smartphone yang dirilis, tanpa dukungan konten yang mumpuni, tak akan menarik perhatian pengguna. Bukan tanpa sebab jika di sela peluncuran Nokia X di Barcelona, Spanyol, juga disertai dengan satu event khusus yang ditujukan untuk menggaet para pengembang aplikasi. Mulai dari bus tingkat hingga satu ruangan khusus disewa untuk pestanya para developer. Demi tujuan itulah, Nokia berupaya menggaet sebanyak-banyaknya developer untuk memperkaya konten Nokia X.
Dengan begitu, Nokia bisa memenuhi permintaan pengguna akan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan. Tentu saja Nokia sudah merumuskan formula yang jitu agar developer tertarik mengembangkan aplikasi di ekosistem Nokia X. Misalnya saja lewat iming-iming skema bagi hasil yang menarik. Head of Communications for Mobile Phones Nokia, Saulo Passos, menekankan Nokia Store akan menerapkan pembelian aplikasi melalui metode potong pulsa.
Langkah ini dinilai paling praktis ketimbang membeli menggunakan kartu kredit. Passos juga menyebutkan bahwa metode ini menjadi jawaban dari kelemahan toko aplikasi lain seperti App Store milik Apple maupun Play Store punya Google yang selalu mensyaratkan kartu kredit dalam pembelian aplikasi. Padahal, metode pembayaran kartu kredit sangat tidak populer di negara-negara berkembang seperti Indonesia. (dk/mar)