Pelanggan XL Jatim Capai 10.5 Juta

KEDIRI -  Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU)  memang sudah memberikan lampu hijau, terhadap merger antara PT XL Axiata Tbk (XL) dengan Axis Telecom Indonesia (AXIS). Namun begitu XL belum memiliki rencana apapun terkait merger tersebut. Hingga saat ini, kedua operator ini masih bertahan dengan programnya masing-masing.
"Masih belum ada program apa-apa untuk merger, programnya masih mengikuti yang lama. XL masih dengan program yang lama begitu juga Axis juga masih dengan program yang lama," kata General Manager Finance Management Service XL East Region, Mochammad Imam Mualim.
Kepada wartawan, pria yang hadir dalam kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis dan pembangunan MCK umum oleh XL di Dusun Mangli, Desa Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri ini, tidak menampik jika kedepannya pasti ada program setelah merger betul-betul dilakukan. Namun begitu, jenis program apa yang akan dilakukan, Al begitu pria ini akrab dipanggil belum mengetahuinya.
Senada General Manager Sales East Region Desy Sari Dewi menjelaskan, satu langkah sudah dilalui oleh XL untuk mengakui sisi Axis. Namun begitu, wanita ini juga belum mengetahui pasti kedepannya.
Ada wacana XL akan menarik Axis, baik jaringan maupun pelanggannya. Namun begitu, wacana tersebut seketika ditampik oleh wanita ini.
“XL dan Axis merupakan brand yang berbeda. Keduanya memiliki jaringan, dan pelanggan. Keduanya juga memiliki program. Saat ini belum ada yang mengotak-atik itu,’’ katanya, sembari menjelaskan di daerah memang belum apa-apa, karena semua layanan di daerah terpaku pada pusat.
Namun begitu, Desy mengatakan jika  pihaknya tetap memberikan yang terbaik kepada para pelangan. Menurut Deasy saat ini pelanggan XL mengalami pertumbuhan. Tidak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai 20 persen. Pertumbuhan tersebut akan terus meningkat, jika pihaknya terus memberikan layanan terbaik. Ia menguraikan, dari pertumbuhan 20 persen, pelanggan selama 3 bulan terakhir mencapai angka 10.5 juta. Jumlah tersebut merupakan jumlah real pelanggan yang tercatat di database XL.
"10.5 juta tersebut adalah pelanggan aktif. Kalau dihitung total jumlah pelanggan XL mencapai angka 20 juta, tapi setengahnya bukan pelanggan aktif,’’ urainya.
Sementara itu,  satu bulan pasca erupsi Kelud, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), XL menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis. Bertempat di rumah dinas kepala perkebunan Mangli, Desa/ Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, pengobatan gratis tersebut dihadiri oleh ratusan warga. Umumnya warga yang datang ini mengeluhkan sakit pada saluran pernafasan dan batuk. Tapi beberapa diantarannya juga mengeluh sakit batuk.
Selain pengobatan gratis, di Dusun Mangli, Desa/Kecamatan Puncu, XL juga membangun fasilitas umum berupa tiga unit Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Tampak Manager Finance Management Service XL East Region Mochammad Imam Mualim dan General Manager Sales East Region Deasy Sary Dewi melakukan peletakan batu pertama pembangunan MCK tersebut.
“Bakti sosial ini sengaja kami gelar, di Desa/Kecamatan Puncu, karena merupakan wilayah paling dekat dengan Gunung Kelud, dan kondisinya juga paling parah. Dengan adanya bhakti sosial ini kami berharap masyarakat yang sakit bisa berobat,’’ tandas Al, sembari menguraikan bhakti sosial ini juga sesuai dengan program pemerintah yang menciptakan  kondisi setiap individu tetap hidup sehat, dan XL berpartisipasi dengan memberikan layanan kesehatan.(vik/fia)