Target Penjualan XL Wilayah Timur Rp 4 T

MALANG POST –  PT XL Axiata East Region, tahun 2014 ini, menargetkan penjualan Rp 4 triliun, menyusul disetujuinya proses akuisisi XL Axiata Tbk terhadap PT Axis Telecom Indonesia oleh KPPU (Komisi Pengawas Persaiangan usaha).
‘’Selain dari penjualan pulsa, target penjualan tadi kita harapkan didapat dari progam reload  dan progam paket,’’ kata Putro Sampurno, Humas XL East Region kepada MP di kantornya, Senin siang.
Menurut dia, target penjualan diyakini bisa terpenuhi karena kinerja XL ke depan juga bertambah meningkat. Sinergi antara pelanggan XL dan Axis dalam penggunaan seluler secara nyata akan menunjang target penjualan di wilayah Jatim, Bali, dan Lombok.
‘’Kalau target penjualan Jatim saja, saya kurang paham. Karena, penghitungan angka penjualan didasarkan wilayah Timur. Bukan Jatim,’’ kata Putro.
Dikatakan dia, kian sulitnya mendapat ijin dan lahan untuk pembangunan BTS (Base Transceiver Station) di Jatim, bagi XL sekarang dianggap bukan masalah besar. Karena, keberadaan BTS Axis secara tidak langsung ikut menunjang layanan seluler pelanggan XL.
Saat ini, jumlah BTS yang dimiliki XL wilayah timur sebanyak 6.350 unit, 2.900 unit diantaranya jenis BTS 3GS dan sisanya 2GS. Sedang BTS Axis secara nasional jumlahnya sekitar 9.500 unit.
‘’Berapa jumlah BTS Axis di Jatim, saya belum diberi datanya. Tetapi, dimana BTS Axis berdiri maka pelanggan XL ikut menikmatinya. Sebaliknya begitu. Dari sini maka kinerja XL menjadi terbantukan,’’ ungkapnya.
Saat ini, lanjut Putro, XL Timur Jatim per akhir Pebruari 2014 telah memiliki 8 juta pelanggan. Angka ini diharapkan bakal terus meningkat seiring berbagai kemudahan dan progam penjualan yang diluncurkan XL setiap saat.
‘’Secara nasional jumlah pelanggan XL sekitar 40 juta orang. Sedang pelanggan Axis kurang lebih 20 juta orang. Mayoritas pelanggan Axis ada di daerah pinggiran,’’ katanya sembari mengingatkan pelanggan Axis sekarang bisa dilayani di counter-counter XL.
Ditanya tentang keuntungan bagi pelanggan atas akuisisi Axis, Putro menyebutkan, selain covered XL sekarang menjadi lebih luas para pelanggan juga mendapatkan keuntungan ekonomis.
Bentuknya, papar Putro, sambungan telepon murah antar sesama nomor XL bisa didapatkan antar nomor XL dan Axis, begitu pula sebaliknya. ‘’Ini memungkinkan pelanggan kami terus terhubung dengan teman dan keluarga mereka dimanapun berada. Tanpa perlu khawatir untuk mengeluarkan biaya ekstra,’’ ujarnya.
Sementara itu dari data yang dihimpun MP menyebutkan, XL harus merogoh koceknya sebesar US 865 juta untuk membeli Axis. Nilai pembelian itu mayoritas akan dipergunakan Axis untuk menutup hutang-hutangnya pada pihak ke tiga.
Guna menopang keinginannya itu, XL mendapatkan pinjaman United Overseas Bank Limited dan The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Jakarta. Penandatanganan pinjaman oleh masing-masing lembaga senilai US 100 juta telah diteken 12 Maret 2014 lalu. Sedang dari Axiata Grup Berhard di Malaysia memberi suntikan US 500 juta. (has/fia)