Smartfren Investasikan 100 Juta USD di 2014

MALANG – Isu meredupnya bisnis telekomunikasi CDMA di 2014 ditepis oleh Smartfren. Penyedia layanan telekomunikasi berbasis teknologi EVDO Rev B Fase 2 ini pada 2014 telah menganggarkan 100 juta USD untuk ekspansi, salah satunya untuk penambahan Base Transceiver Station (BTS).
Commercial Sales Regional Head East Java & Bali Lombok, Muhammad Cahyadi menjelaskan, di akhir tahun 2014, Smartfren menargetkan memiliki BTS sebanyak 6500 di seluruh Indonesia. Saat ini, jumlah BTS yang beroperasi sebanyak 5800.
Tahun ini ada rencana penambahan 700 unit BTS, 25 persennya berada di Jawa Timur. Jadi ada sekitar 175 BTS berada di Jawa Timur, dan sekitar 17 hingga 18  BTS akan dibangun di wilayah Malang Raya.
“Jika dilihat dari kontribusi, pelanggan Malang Raya berkontribusi ke Jawa Timur sebesar 10 persen, jadi proyeksi penambahan BTS kemungkinan juga 10 persen. Khusus di Malang Raya, penambahan BTS akan dititikberatkan di wilayah Kepanjen dan Batu,” jelas Cahyadi saat Bussiness Outlook di Kulala Bar, Santika Premiere Malang, siang (20/3).
Cahyadi menjelaskan, secara nasional, jumlah pelanggan Smartfren telah mencapai 11.3 juta pelanggan di akhir 2013. Perusahaan Sinarmas Group tersebut menargetkan jumlah pelanggan bisa menyentuh angka 15 juta pelanggan di akhir 2014.
“Dari total pelanggan 11.3 juta tersebut, sekitar 6 juta merupakan pelanggan data. Di tahun 2014, jumlah pelanggan data ditargetkan bisa mencapai angka 9 juta pelanggan,” urai dia.
Cahyadi menuturkan, layanan data memang menjadi konsekuensi Smartfren jika bergerak di jaringan CDMA. Jaringan EVDO Rev A dan B dinilai lebih stabil ketimbang GSM sehingga mampu menunjang aktivitas data pengguna.
“Fokus memang di layanan data. Meskipun demikian, kami tidak mengesampingkan layanan voice dan SMS,” imbuh dia.
Pria ramah ini menegaskan, Smartfren akan terus memperkuat posisi sebagai perusahaan operator nasional yang terus melayani kebutuhan pelanggan akan data dan suara. Pertumbuhan Smartfren tak hanya terlihat pada jumlah pelanggan namun juga dari volume pengapalan (shipping) perangkat smartphone di Indonesia.
“Berdasarkan data IDC, pada quartal ke 4 2013, Smartphone tercatat sebagai perusahaan yang menempati posisi kedua dalam hal shipping smartphone di Indonesia. Pengapalan smartphoneAndromax mencapai sekitar 581 ribu unit. Jumlah tersebut mengalahkan beberapa merek internasional,” urai dia panjang lebar.
Hingga saat ini, produk-produk Smartfren memang cukup diminati oleh pasar. Ada beberapa perangkat yang dirilis, diantaranya Andromax I, U,C, V, G, T, dan Z. Diantara beberapa merek tersebut, seri C dan G menjadi jawara.
“Seri C dan G banyak diminati karema merupakan smartphone untuk kelas new entry. Harganya di bawah Rp 1 juta, namun fitur yang ditawarkan cukup lengkap,” imbuh dia.(fia)