Area Kantong TKI Jadi Sasaran Telkomsel

MALANG - Telkomsel menargetkan tambahan basic tranceiver service (BTS) mencapai 170 unit di tahun 2014 ini. Selain Kota Malang yang dianggap sangat membutuhkan tambahan demi kualitas jaringan, sasaran lainnya merupakan di kawasan Kabupaten Malang yang potensial dari keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Manager Network Operation Telkomsel Malang, Fredy Tandipura mengatakan, Kabupaten Malang sangat potensial. “Banyak masyarakat dari sana yang menjadi kantong utama pengirim TKI atau TKW. Sehingga lokasi tersebut juga menjadi sasaran Telkomsel,” katanya.
Sebagian besar sasaran pengembangan ini berada di Malang Selatan. Menurut dia, beberapa daerah tersebut seperti Kalipare, Donomulyo, Sumberpucung, Sumbermanjing Wetan hingga Ampelgading.  “Kurang lebih 20 persen untuk menguatkan jaringan di area ini,” tegas dia.
Dari area tersebut, banyak tenaga kerja yang akhirnya bekerja di luar negeri seperti Hongkong, Malayasia, Taiwan hingga Arab Saudi untuk tenaga wanita, dan Korea serta Jepang untuk tenaga pria. Tidak heran, bila kekuatan jaringan demi kualitas pembicaraan dengan keluarga menjadi perhatian.
Menurutnya, Hongkong menyumbangkan catatan terbesar. Dari 200 ribu TKI yang bekerja disana, 60 ribunya berasal dari Jawa Timur. Sebagian besar, Malang Selatan yang total mencapai separuhnya.
“Telkomsel baru-baru ini melakukan kunjungan langsung ke Hongkong. Di sana kami mencoba melakukan interaksi langsung melalui paket AS 21 dan hasilnya cukup memuaskan,” paparnya, beberapa waktu lalu.
Dari percobaan komunikasi dengan keluarga para TKI, sambungan dari Hongkong berjalan mulus. Selama ini para TKI menggunakan produk  Telkomsel sebagai media komunikasi. “Selain itu, harga yang kompetitif menjadi acuan disamping jaringan yang bagus,” tegas Ferdy.
Sementara itu, hingga akhir 2014 mendatang Telkomsel membidik sedikitnya 215.000 pelanggan baru atau 15 persen dari total pelanggan yang  kini jumlahnya mencapai 1,5 juta untuk wilayah Malang Raya. (ley/fia)