CDMA Mentok, Flexi Merapat ke Telkomsel

MALANG POST - Telkom sudah tak melihat masa depan yang cerah di bisnis CDMA. Alhasil, Flexi sebagai satu lini bisnis CDMA Telkom bakal dikonsolidasikan dengan anak usaha Telkom lainnya yaitu Telkomsel. Director Innovation & Strategic Portfolio Telkom, Indra Utoyo mengatakan, hal ini dilakukan karena industri CDMA dinilai sudah tidak menarik lagi sehingga kalah bersaing. “Flexi memang CDMA bisnis yang perlu revitalisasi,” tegasnya. Dia menjelaskan, secara teknologi sudah tidak lagi menarik seperti dulu.  “Kami berencana konsolidasi secara grup nanti Flexi akan ada konsolidasi dengan Telkomsel,” ungkap dia.  
Terkait hal itu, Indra menjelaskan, pihaknya tidak akan mengembangkan Telkom Flexi di bisnis CDMA, namun akan bertransformasi ke bisnis seluler. “Kita tidak lakukan pengembangan Flexi, tapi pemindahan ke bisnis seluler. Kita bisnis ke satu portofolio saja,” kata dia. Diakuinya, rencana ini sudah mendapatkan persetujuan uji coba dari pemerintah baik dari BUMN atau Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). “Telkom sudah lakukan trial yang dapat persetujuan dari regulator di frekuensi 850 untuk layani GSM mulai dari Papua. Ini bagian dari migrasi kita,” tandasnya.

 Belanja Modal Rp 22 Triliun
Telkom menyiapkan belanja modal atau Capital Expenditure (Capex) tahun ini sekitar Rp 17,5 triliun sampai Rp 22,1 triliun. Capex ini diambil dari target pendapatan perseroan di tahun ini sebesar Rp 87,87 triliun hingga Rp 88,7 triliun atau lebih tinggi 6 persen hingga 7 persen dari perolehan pendapatan di tahun 2013 yang hanya Rp 82,9 triliun. Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan, penggunaan Capex tersebut dilakukan sepenuhnya untuk mendukung bisnis seluler dan perluasan infrastruktur broadband.
“Terutama dalam program Indonesia Digital Network 2015 dan memperkokoh posisi di pasar global melalui ekspansi internasional. Telkom mengalokasikan belanja modal untuk tahun 2014 sekitar 20 persen hingga 25 persen dari total proyeksi pendapatan tahun 2014. Telkom juga menargetkan pertumbuhan pendapatan di atas rata-rata industri yaitu 6 persen hingga 7 persen,” paparnya.
Dia menjelaskan, di tahun 2014, perluasan infrastruktur broadband akan terus dilanjutkan, antara lain pembangunan segmen-segmen jaringan pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) untuk mewujudkan 75.000 km serat optik yang membentang di seluruh Indonesia, penyediaan 10 juta true broadband access, serta pembangunan Data Center 70.000 meter persegi yang akan dibangun di beberapa lokasi potensial.
Sementara itu, program ekspansi internasional juga akan diteruskan ke negara atau kawasan yang telah ditetapkan dalam rencana ekspansi yang menargetkan penetrasi di 10 negara. Saat ini, Telkom telah beroperasi di Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia, Myanmar, Malaysia, dan Amerika Serikat. “Untuk 2014, Telkom siap beroperasi di Taiwan, Macau dan Saudi Arabia,” tandas dia. (dk/mar)