Indonesia Potensial Pasar Industri Ponsel

Pemerintah terus mendorong industri ponsel di dalam negeri untuk berkembang, termasuk menjaring para investor. Setelah lima perusahaan ponsel dalam negeri siap menguji pasar ponsel di Indonesia, ada tiga pabrikan lagi yang siap berinvestasi. Direktur Elektronika dan Telematika Ditjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), C Triharso menyebutkan lima perusahaan yang sudah siap untuk memulai uji pasar di Indonesia adalah Polytron, Advance, Evercoss, Mito dan Axioo.
“Evercoss, Advance dan Polytron ada di Jawa Tengah. Sedangkan Axioo berada di Cakung,” kata Triharso ditemui di Gedung Kemenperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta kemarin. Namun Triharso tidak menyebut berapa rincian kapasitas produksi masing-masing pabrik. Begitu juga dengan nilai investasi yang mereka keluarkan. “Kalau yang Polytron itu 2 line, saya lupa angkanya, yang lainnya belum (tahu),” tambahnya. Selain itu, masih menurutnya, ada tiga perusahaan yang sudah berdiskusi secara intensif dengan pemerintah.
Mereka melihat Indonesia memiliki potensi pasar yang cerah, yang membuat mereka ingin berinvestasi di Indonesia. “Yang sudah menjajaki itu Haier, Oppo dan Smartfren. Sudah diskusi, kapasitas belum, baru tanya tahapan-tahapannya. Bea masuknya (komponen), dan lain-lain. Kita sedang merumuskan ini,” tutur dia. Triharso menambahkan,melihat pasar Indonesia masih didominasi oleh ponsel fitur yang hanya berfungsi untuk telepon dan SMS, pabrikan tersebut memproduksi ponsel yang sejenis.
Tapi tidak menutup kemungkinan ke depanya mereka siap untuk bersaing dengan pasar ponsel pintar (smartphone) di Indonesia. “Jadi mereka nanti tidak ketinggalan kalau itu diproduksi dalam negeri, smartphone juga siap,” katanya. Di sisi lain, pemerintah tengah mempersiapkan industri komponen pendukungnya. Saat ini, industri komponen yang terpakai untuk pabrikan ponsel tersebut hanyalah induistri pencetakan casing, dan besi untuk slot SIM card. Sisanya, pabrikan tersebut masih mengimpor. “Kita juga sedang persiapkan industri komponennya,” tutupnya. (dk/mar)