Ganti Play Store dengan Nokia Store

MALANG – Dua Operating Sistem membuat Nokia X berbeda dengan produk smartphone lain. Ponsel besutan Nokia ini dibekali dengan Operating Sistem Android dan Windows Phone 8. Lantaran itulah, ponsel dengan luas layar 4 inci ini memiliki tampilan ala Android sekaligus Windows Phone.
“Merubah tampilan dari gaya Android ke Windows Phone atau sebaliknya bisa dilakukan pada setting layar,” jelas Supervisor Global Teleshop, Bobin Febriawan.
Bobin menjelaskan, Nokia X menggunakan basis sistem operasi Android 4.1.2 (Jelly Bean) yang telah dimodifikasi oleh Nokia. Dalam mengembangkan Android, Nokia hanya memanfaatkan lisensi Android Open Source Project (AOSP) dari Google yang bisa digunakan siapa saja secara gratis karena sistem operasi ini bersifat terbuka (open source).

Dengan ini, perusahaan bisa mengubah tampilan antarmuka Android di Nokia X sehingga terlihat seperti tampilan Windows Phone, yang kental dengan nuansa kotak-kotak.

Sementara itu, Nokia tidak membeli lisensi layanan mobile Google yang disebut Google Mobile Service (GMS). Oleh karenanya, ponsel seri Nokia X tidak menyediakan aplikasi dan layanan Google secara default, yakni Gmail, Youtube, Google Maps, Hangouts, Play Store, hingga jejaring sosial Google+.
Bahkan, sistem Nokia X tidak mendukung antarmuka pemrograman aplikasi atau application programming interface (API) buatan Google. Nokia meminta agar aplikasi-aplikasi Android yang memanfaatkan API Google dimodifikasi, dan menggunakan API buatan Nokia.
Selain tampilan user interface, pada perangkat ini Nokia juga memberikan sejumlah nilai tambah kepada pengguna Nokia X. Antara lain, bonus media penyimpanan data online OneDrive sebesar 10 GB. Penyimpanan data online ini dapat dimanfaatkan pengguna untuk menyimpan berbagai file penting.
“Dengan penyimpanan data online ini pengguna tidak peru khawatir datanya hilang, meskkipun ponsel rusak, bahkan hilang. Cukup melakukan koneksi di aplikasi OneDrive, pengguna akan mendapatkan lagi data yang diinginkan,’’ kata Bobin.
Kelebihan lain adalah tersedia langsung aplikasi pesan instan BlackBerry Messenger (BBM) dalam perangkat ini. Sehingga pengguna Nokia X yang ingin BBM-an bisa kangsung tune in dengan memasukkan dulu BlackBerry ID nya. “OS Androidlah yang membuat aplikasi BBM ini dapat terinstal pada Nokia X,’’ kata Bobin.
Namun begitu untuk tidak meninggalkan identitasnya, Nokia tetap mempertahankan aplikasi Nokia Store. Nokia Store ini menjadi pintu masuk pengguna untuk melakukan download aplikasi Android. “Tidak ada Google Play Store, hanya Nokia Store yang ditanam. Fungsinya sama, pengguna bisa melakukan download aplikasi Android melalui aplikasi market tersebut,’’ tambah pria berkepala plontos ini.
Bobin mengatakan, Nokia X sejatinya ditujukan untuk segmen pasar menengah ke bawah. Dapur pacu ponsel itu ditopang oleh prosesor Qualcomm MSM8225 Snapdragon S4 Play jenis Dual-Core Cortex-A5 1 GHz, kapasitas RAM 512 MB. Perangkat ini dibekali dengan memori internal 4 GB. Sementara tampilannya mendukung layar seluas 4 inci resolusi 800 x 480 piksel, kamera 3 MP.
“Kelebihan lain dari spesifikasi perangkat ini adalah, Nokia X hadir dengan dual mode GSM-GSM. Semua kegiatan perangkat ini disokong dengan baterai berkapasitas 1.500 mAh,’’ tandasnya.(vik/fia)