Delima Telkom Fasilitasi TKI

MALANG – Setelah enam bulan melakukan sosialisasi, kemarin PT Telkom Indonesia Tbk melaunching produk barunya, berupa Layanan Delivery Money Akses (Delima). Bertempat di halaman outlet Pegadaian Jalan Halmahera Kota Malang, launching yang mengusung nama Gebyar Layanan Delima Remittance Cash to Cash ini berlangsung meriah.
Selain dihadiri oleh pejabat PT Telkom Wilayah Telkom (Witel) Jatim Selatan, kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 ini juga dihadiri oleh para karyawan PT Pegadaian Persero cabang Kota Malang.
Kehadiran para karyawan PT Pegadaian Persero, Kota Malang ini memang tidak mengherankan. Itu karena produk layanan ini PT Telkom bekerja sama dengan PT Pegadaian Indonesia.
Launching produk layanan Delima ini sebetulnya tidak berbeda jauh, saat PT  Telkom mengenalkan program ini kepada masyarakat beberapa bulan lalu. Itu karena pada acara kemarin, PT Telkom juga juga menggelar Live Streaming. Tidak main-main, Live streaming ini dilakukan di empat wilayah sekaligus, Hongkong, Jakarta, Pekalongan dan Malang.
“Delima merupakan produk layanan kami untuk masyarakat. Delima dibagi dua, yaitu  Remittance dan  Payment Point Online (MPO),” jelas General Manager PT Telkom Wilayah Telkom Jatim Selatan Edwin Aristiawan.
Remittance merupakan layanan pengiriman uang global maupun domestik dimana pengirim, dan penerima tidak harus memiliki rekening di bank. Sedangkan MPO adalah kemudahan yang diberikan Telkom kepada pelanggan dalam hal pembayaran berbagai macam tagihan maupun pembelian secara online.  
Saat ini menurut Edwin, layanan Remittance untuk internasional sudah berjalan di Hong Kong. Sedangkan domestik, dilakukan melalui mekanisme Cash to Bank (Pengiriman uang secara cash dan penerimaan visa dilakukan di seluruh bank di Indonesia).
“Untuk melayani kepentingan masyarakat yang tidak memiliki rekening bank atau jauh dari jangkauan layanan bank, maka ada layanan Cash to Cash. Layanan Cash to Cash ini pihak PT Telkom melakukan kerjasama dengan PT Pegadaian Indonesia,’’ kata Edwin yang mengatakan masyarakat bisa mengirim dan menerima uang di seluruh kantor pelayanan pegadaian yang saat ini berjumlah lebih dari 4500 outlet di seluruh Indonesia.
Meskipun saat ini baru berjalan, Edwin yakin program ini akan banyak diminati. Lantaran itu juga pihaknya pun sudah berancang-ancang untuk melakukan ekspansi, yaitu membuka layanan Delima di Malaysia, Taiwan, dan Saudi Arabia.
Senada Kepala Kanwil XII PT  Pegadaian (Persero) Jawa Timur, Agus Priambodo yang hadir kemarin mengatakan produk layanan Delima ini tak lain untuk memberikan manfaatkan kepada banyak orang. Terutama untuk keluarga yang memiliki anggota keluarga di luar negeri. Mereka tidak perlu khawatir saat ingin melakukan transfer ataupun menerima uang. Dengan layanan ini, transfer uang maupun  menerima uang bisa dilakukan secara cepat.
Perkataan Agus ini kemarin (11/5) dibuktikan oleh TKI yang mengirimkan uang dari Hong Kong. Uang tersebut langsung bisa diterima tidak lebih dari 5 menit. “Prosesnya gampang, pertama pengirim lebih dulu mengisi formulir di agen yang membuka layanan ini. Selanjutnya, proses pengiriman bisa dilakukan,’’ kata Agus.
Penerima akan mendapatkan notifikasi, dan bisa mencairkan uang secara langsung di kantor Pegadaian. “Rata-rata setiap hari ada 5-10 transaksi di masing-masing outlet pegadaian. Nilai transaksi rata-rata adalah Rp 1 juta, dan outlet di Jawa Timur  ini jumlahnya 485 outlet. Sehingga untuk mengetahui total  transaksi tinggal dikalikan saja. Yang jelas kedepan, target kami lebih banyak lagi transaksi melalui produk ini,’’ tandasnya.(vik/adv/fia)