Nokia X Gagal Kembalikan Kejayaan

MALANG – Mimpi Nokia kembali merajai pasar smartphone dengan meluncurkan produk Nokia X belum bisa diwujudkan. Itu terbukti, dari sisi penjualan, Nokia X yang tidak menunjukkan angka yang fantastis. Sebaliknya, di sejumlah toko, outlet atau gallery penjualan ponsel, di Malang Raya, hanya mencatat beberapa unit saja untuk penjualan perangkat yang dilaunching akhir Maret lalu ini.  Seperti di pertokoan Tiga Putra, perangkat dengan enam pilihan warba ini hanya terjual delapan unit.
Kondisi yang sama juga terlihat di toko tradisional Karna Jaya  Cellular,  hanya mampu menjual ponsel dengan layar 4 inci ini sebanyak lima unit. “Sejak dilaunching, ada delapan unit yang sudah keluar,’’ kata promotor Nokia Malang, Wahyu Wibisono.  Pria yang memiliki wilayah tugas di pertokoan Tiga Putra ini mengakui jika penjualan Nokia X tidak seperti yang dibayangkan. “Sebelum launching memang banyak yang tanya, artinya banyak orang penasaran,” tambah pria asal Mojokerto ini.
Kondisi tidak berbeda juga terlihat di sejumlah pertokoan modern di Malang Raya, yang hanya mampu menjual  perangkat ini dengan hitungan jari saja. Supervisor Global Teleshop Malang, Bobin Febriawan mengatakan sejak kali pertama pihaknya memiliki stok, hanya mampu menjual tidak lebih dari 15 unit. Di Erafone Mall Olympic Garden (MOG) pun demikian, perangkat baru Nokia ini hanya terjual  20  unit. Sedangkan di Oke Shop sejak perangkat ini dikenalkan, hanya menjual lima unit saja.  
Kurangnya peminat memang memberikan tanda tanya besar.  Apalagi, pada perangkat yang sebelumnya bernama Normandy ini  Nokia sudah all out mengikuti pasar. Mulai dari sistem operasi Android yang diusung, hingga masuknya aplikasi preload BBM juga telah diterapkan pada perangkat yang dibanderol seharga Rp 1,5 jutaan ini.  Lalu apa penyebab perangkat ini kurang diminati? Beberapa pengguna Nokia X mengatakan alasan pertama ponsel tersebut tidak bisa berjalan cepat.
Memori RAM yang hanya 512 MB tidak mampu menyupport kerja aplikasi yang terdapat pada ponsel, sehingga pengguna pun sering menemukan Lag pada saat menjalankan aktifitas di ponsel.  Alasan kedua, ponsel yang hadir dual SIM ini tidak dilengkapi dengan tombol back, atau tombol khusus untuk keperluan multi tasking. “Kami sering kesulitan saat menjalankan dua aplikasi, dan ingin kembali pada aplikasi awal, karena tidak adanya tombol back atau tombol multitasking,” kata Ilham, salah satu pengguna Nokia X.
Selain itu pria yang tinggal di Dinoyo ini juga mengatakan hilangnya berbagai layanan Google membuat perangkat ini tidak familiar. Terutama untuk pengguna pemula, akan bingung saat menggunakan Nokia X. Terakhir adalah kamera yang disediakan, menurut Ilham hanya memiliki kapasitas sebesar 3 megapiksel. Kamera tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan kamera ponsel Android di kelas yang sama. (vik/mar)