Selamat Datang BlackBerry Jakarta

BlackBerry Jakarta alias Z3 akhirnya tiba di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, smartphone terbaru BlackBerry ini diperkenalkan langsung oleh John Chen, CEO BlackBerry di Hotel Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, kemarin.  BlackBerry Z3 dirancang setelah mendapat inspirasi dari pelanggan BlackBerry di Indonesia. Tak ayal, handset ini punya nama panggilan 'Jakarta'. Pengguna BlackBerry di Indonesia sendiri, diketahui begitu produktif dalam menggunakan handsetnya dan selalu terhubung dengan keluarga, teman-teman serta rekan kerja di manapun ia berada.
“Kami bisa jamin, BlackBerry Z3 Jakarta Edition ini eksklusif hanya diluncurkan dan tersedia di Indonesia saja setidaknya sampai Juni mendatang,” kata Ardo Fadhola, Senior Country Product Manager BlackBerry. Dia menjelaskan, smatphone itu dilengkapi dengan semua yang ditawarkan oleh BlackBerry 10. “BlackBerry Z3 memiliki desain all touch yang modern dan stylish dengan fitur produktivitas yang luar biasa dan komunikasi yang handal,” lanjutnya.
Menurut dia, nama Jakarta memang dipilih sebagai 'bentuk penghormatan' karena Indonesia merupakan salah satu negara yang memberikan kontribusi bagi penjualan BlackBerry ketika market share di negara lain tergerus habis-habisan. BlackBerry Jakarta dipasarkan secara retail dengan harga Rp 2,1 jutaan. BlackBerry ini juga dilengkapi layar sentuh 5 inci dengan resolusi 540 x 940 piksel dan kerapatan layar 220 ppi, baterai yang diklaim tahan lama serta BlackBerry 10 OS versi 10.2.1.
Adapun jeroannya dibekali dengan prosesor Snapdragon 400 Dual Core dengan kecepatan 1,2 GHz, RAM 1,5 GB, memori internal 8 GB, kamera 5 megapiksel (belakang) dan 1,1 megapiksel (depan). Namun, BlackBerry Z3 Jakarta Edition bukan satu-satunya handset terbaru yang akan jadi jagoan BlackBerry. “Setelah BlackBerry Jakarta, sekarang kita lagi kerjakan tiga hingga empat BlackBerry terbaru. Ya, ada keyboardnya, dan salah satu diantaranya tidak ada keyboard-nya,” papar John Chen.
Suksesor Thorsten Heins ini masih enggan mengungkap seperti apa BlackBerry yang dimaksud dan berapa harganya. Namun diyakinkan bahwa produk tersebut akan membawa BlackBerry bangkit dari kondisi terpuruk saat ini. “Jelas kami ingin menaikan market share kami, dan salah satunya dengan apa yang kami lakukan saat ini di Indonesia. Sayangnya kami tak bisa membandingkan dengan market share negara lain,” urainya. Selain dengan Foxconn, perusahaannya juga tengah merancang sendiri BlackBerry untuk produk high-end.
“Itu nanti akan masuk dalam jajaran ponsel flagship kami. Tunggu saja tanggal mainnya, akan kami beritahukan segera,” pungkasnya. Kementerian Kominfo sendiri menyambut baik kehadiran BlackBerry Jakarta.  “Kami dari Kominfo menyambut baik, karena dari sisi teknologi, Kominfo melihat dari spektrum. Jadi semakin efisien untuk spektrum, sehingga banyak yang pindah dari 2G ke 3G,” kata Dirjen SDPPI Kominfo, Muhammad Budi Setiawan. (dk/mar)