Netizen Ramai Perbincangkan Capres

DEKLARASI dua pasang calon presiden dan calon wakil presiden pada Senin (19/5/2014) kemarin memantik reaksi di dunia maya. PoliticalWave, sebuah lembaga pemantau aktivitas di media sosial mencatat ada kenaikan perbincangan di dunia maya hingga dua kali lipat pada Senin (19/5) lalu.
Biasanya selama periode pukul 00.00-16.00 ada 40.531 percakapan, namun kemarin menjadi 90.523 buzz. Pendiri PoliticalWave Yose Rizal menyebut percakapan mengenai Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) mendominasi di Twitter. Yakni, Jokowi-JK dengan 74.355 percakapan, dan Prabowo-Hatta Rajasa sebanyak 16.168 buzz.
"Tidak saja dari jumlah percakapan yang meningkat tajam, jumlah netizen (masyarakat pengguna internet) yang membicarakan topik tersebut juga mengalami lonjakan sejak hari kemarin," kata Yose melalui keterangan tertulisnya, Selasa (20/5/2014).
Percakapan Jokowi–JK menurut Yose meningkat dari 13.007 menjadi 26.944. Sementara Prabowo–Hatta sebelumnya dibicarakan oleh 2.761 meningkat menjadi 5.529 netizen.
Peningkatan tidak saja terjadi pada jumlah percakapan dan jumlah netizen yang mempercakapkannya, namun juga secara umum terjadi peningkatan pada nilai sentimen positif keempat tokoh tersebut. Tokoh yang mendapat kenaikan tertinggi dalam nilai sentimen adalah Jusuf Kalla, yang bergerak dari 1.483 menjadi 14.022. "Atau naik hampir 10 kali lipatnya dalam satu hari," papar Yose.
Menurut Yose deklarasi dua pasangan capres dan cawapres di hari yang sama menjadi isu terhangat di Twitter selama Senin kemarin. Menjelang sore bergabungnya Partai Golongan Karya mendukung duet Prabowo-Hatta juga menjadi perbincangan seru di media sosial. "Kedua topik utama tersebut memicu reaksi positif yang besar dari netizen," kata Yose.
Di media sosial, Jokowi – JK mendapat banyak apresiasi positif dan dukungan yang sangat besar. Terutama untuk topik yang berkaitan dengan penguatan IHSG dan apresiasi terhadap nilai tukar rupiah. Sentimen tersebut menurut Yose menandakan bahwa pasangan Jokowi–JK diterima dengan baik oleh pasar
Isu lainnya adalah banyaknya pihak yang menilai bahwa pasangan ini memiliki peluang besar untuk mengungguli Prabowo–Hatta. Koalisi tanpa syarat dan tanpa bagi-bagi kursi yang kerap dikatakan oleh Jokowi mendapat sambutan positif.
Namun Jokowi-JK bukan tak lepas dari isu negatif. Dari catatan PoliticalWave, isu negatif yang ditemukan terkait pasangan ini di media sosial adalah mengenai Jokowi yang masih disebut capres boneka. Pasangan Jokowi–JK juga disebut sebagai duet yang prospektif namun penuh duri.
Pasangan Prabowo–Hatta mendapat sentimen negatif yang cukup besar di media sosial. Salah satunya topik mengenai percakapan seputar partai – partai pendukung. "Di antaranya adalah ketakutan netizen bahwa partai–partai tersebut adalah partai yang anti-pluralisme dan anti-KPK," papar Yose.
Sementara topik positif mengenai Prabowo-Hatta adalah dukungan dari partai-partai pendukungnya dan bergabungnya Golkar pada saat menjelang deklarasi.
Terdapat beberapa hashtag menarik yang digunakan yakni #selamatkanIndonesia dan #prabowoforpresident yang banyak digunakan oleh pendukung Prabowo – HR. Sementara untuk pasangan Jokowi – JK, hashtag yang digunakan cukup beragam, di antaranya adalah #jokowijk, #Indonesiahebat, #siapapunwakildukungJW dan #kitapilihjokowi.(dtc/fia)