Speedometer ala Smartphone

MALANG – DigiHUD merupakan aplikasi android yang saat ini sedang trend.  Terbukti, sejak pertama diunggah di Play Store 11 April 2014 lalu, aplikasi ini telah diuduh lebih dari 500 ribu pengguna Android.  Salah satu pengguna aplikasi tersebut adalah Wisnu Triyadi. Kepada Malang Post, pria asal Sukun ini pun mengatakan kelebihan aplikasi ciptaan James Moss ini.
“DigiHUD merupakan aplikasi Android yang berfungsi mengukur kecepatan. Bisa kendaraan bermotor atau tidak bermotor, atau lainnya,’’ kata bapak satu anak ini. Dia menguraikan, secara umum fungsi aplikasi ini hampir sama dengan Speedometer yang terdapat pada kendaraan. Hanya saja, angka pada Speedometer biasanya tidak real  sehingga secara umum pengguna was-was untuk menentukan kecepatan kendarannya. “Contohnya di speedometer terlihat angka 60, belum tentu kendaraan tersebut berjalan dengan kecepatan 60 KM/jam, bisa jadi hanya 40 KM/jam,’’ katanya.
Dengan pencantuman angka yang tidak real tersebut, kiranya pengendara wajib memiliki aplikasi DigiHUD ini, karena mampu mengukur kecepatan secara real melalui koneksi dengan satelit. Wisnu menjelaskan, pada aplikasi ini, pengguna bisa melihat perjalanan yang telah ditempuh, dalam ukuran kilometer. Selain itu pengguna akan melihat rekaman kecepatan maksimal kendaraan (jika yang diukur adalah kendaraan). Bahkan, pengguna juga bisa melihat kecepatan rata-rata kendaraan dalam rute perjalanan yang ditempuh.
“Contohnya, pengguna menempuh perjalanan 100 KM. Sepanjang 100 KM ini, kecepatan maksimal langsung bisa terekam. Disitu juga akan tertuliskan angka atau kecepatan rata-rata kendaraan,’’ katanya.
Pengguna juga bisa melakukan seting pada aplikasi, untuk mengantisipasi kelebihan kecepatan. Yaitu perangkat Android akan mengeluarkan bunyi dan tulisan yang ada pada aplikasi berubah warna merah, jika kendaraan yang diukur melebihi kecepatan sesuai yang diseting. “Menarik, untuk pengguna yang memiliki hobi touring,’’ katanya.
Lantaran tersambung langsung dengan satelit, untuk menggunakan aplikasi ini tidak diperlukan paket data. Aplikasi ini bisa langsung digunakan, dan berjalan dengan satu kali sentuhan. “Yang jelas, saat aplikasi dihidupkan, terlihat di bagian layar bawah logo satelit. Logo tersebut berwarna hijau jika memiliki sinyal yang kuat, warna kuning jika penerimaan signalnya lemah, dan warna merah jika tidak mampu menangkap sinyal satelit,’’ ura pria ini.
Pengguna juga bisa melakukan berbagai pengaturan, karena pihak pencipta memberikan berbagai pilihan pengaturan.  Mulai dari warna angka yang tertulis hingga setingan pada perangkat semuanya dapat dilakukan dengan mudah.
“Yang pasti, saat aplikasi ini dihidupkan, sudah pasti mampu merekam segala bentuk perjalanan kendaraan yang diukur,’’ tandasnya. (vik/fia)