Lagi, XL Cetak Calon Pemimpin Bangsa

MALANG –  Untuk kali ketiga PT XL Axiata (XL) menggelar program XL Future Leader. Ajang ini merupakan program XL mencetak seorang pemimpin. Tidak main-main, untuk mewujudkan program ini, XL mengalokasikan anggaran hingga Rp 12 miliar.
VP Human Capital Development Handoko Siputro menjelaskan XL Future leader merupakan sebuah program mencetak calon pemimpin Indonesia di masa depan. Karena itu, tak masalah bagi XL meski biaya yang dikeluarkan cukup besar.
“Anggaran yang diberikan ini lebih besar dibandingkan dengan sesorang menempuh S2. Ini karena kami tidak memungut biaya apapun dari peserta. Sebaliknya XL memberikan berbagai fasilitas pembelajaran untuk mereka yang tergabung dalam program ini. Masing-masing peserta langsung mendapatkan laptop, ponsel dan pulsa. Tiga fasilitas tersebut diperlukan dalam kelangsungkan pembelajaran,” katanya saat press converence usai memberikan materi dalam Road Show XL Future Leader 3 di Aula Gedung FIA Lantai 4, Universitas Brawijaya, kemarin.
Bukan itu saka, Handoko juga mengatakan mahalnya program ini, lantaran pihaknya membeli kurikulum pembelajaran di salah satu lembaga luar negeri.
Lantaran digelar secara gratis tersebut, program yang lahir tahun 2012 inipun mendapat animo sangat besar dari masyarakat. Itu terbukti dengan jumlah pendaftar yang meningkat dari tahun ke tahun. “Setiap angkatan kami hanya menerima 120 peserta. Sementara peserta yang ikut seleksi, tahun pertama lebih dari 15 ribu dan tahun kedua lebih dari 30 ribu,” kata pria bertubuh kurus ini.
Sementara tahun ketiga Handoko pun yakin peserta yang itu seleksi tambah banyak. Keyakinan itu terlihat dari jumlah peserta yang hadir dalam Road Show XL Future Leader yang digelar di Surabaya dan Malang membeludak. “Tadi (kemarin) saja yang ikut lebih dari 700, sedangkan di Surabaya peserta Road Show ini lebih dari 1000 orang,” tambah Handoko yang berharap banyak mahasiswa Malang yang masuk dalam program ini.
Dia menambahkan, peserta yang masuk dalam seleksi akan mendapatkan pendidikan karakter selama dua tahun. Mereka akan mendapatkan banyak pembelajaran tentang kepemimpinan. “Tidak bisa dipungkiri bahwa program pendidikan soft kill yang bertujuan melatih jiwa kepemimpinan juga sangat dibutuhkan sebagai pendukung dari pendidikan akademis yang diterima oleh mahasiswa. Berbekal kemampuan akademis  dan kemampuan soft kill seperti yang diajarkan dalam program Future Leader ini, saya yakin mereka akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan, termasuk bersaing dalam merebut posisi-posisi penting di berbagai bidang,” urainya.
“Tahun ketiga ini kami membuka pendaftaran secara online, 6 Mei – 30 Juni. Dari semua peserta yang daftar akan kami seleksi menjadi 120 peserta untuk masuk ke dalam program ini. Ayo siapa ingin jadi pemimpin,” tandasnya. (vik/nda)