Datang, Asus Zenfone 4 Langsung Ludes

MALANG – Setelah cukup lama ditunggu, Asus Zenfone akhirnya kembali beredar di pasar gadget Malang Raya. Dalam pendistribusian awal ini, hanya seri Zenfone 4 yang beredar. Sedangkan dua seri lainnya, yaitu Zenfone 5 dan Zenfone 6, belum unjuk gigi.
Kehadiran Zenfone 4 ini menjadi angin segar bagi penjual gadget. pasalnya, ponsel ini laris manis. Bahkan, beberapa toko gadget mampu menjual gacoan baru Asus ini hanya dalam waktu satu hari. Di Karna Jaya contohnya. Gerai yang berada di Malang Plaza ini mampu menjual 60 unit dalam sehari. “Sudah habis, ada beberapa yang kami simpan karena sudah diinden,” kata Badri pemilik Karna Jaya.
Hal senada juga dikatakan Jimmy Etmada. Owner Indocell ini mengaku 200 unit Zenfone 4  yang menjadi stocknya, ludes hanya dalam waktu setengah hari. “Kami lebih dulu mengutamakan pembeli yang melakukan pre order,” kata Jimmy kemarin.
Kondisi yang sama juga dialami Ivan Cell. Di gerai penjualan ponsel beralamtkan di Jalan MT Hariono ini, Zenfone 4 habis seketika, setelah datang. “Sangat laris. Kami lebih dulu melayani pembeli yang melakukan pembelian pre order. Sementara untuk yang  pembelian langsung saat ini belum kami layani,” kata marketing Ivan Cell, Jhony Budiono.
Larisnya unit Zenfone 4 inipun kembali mengundang kegaluan pasar. Sebab setelah produk kosong di beberapa toko besar, pihak Asus belum melakukan pendistribusian kembali. Hal inipun banyak dimanfaatkan oleh beberapa orang menjual perangkat ini dengan harga lebih tinggi dari harga resmi yang dikeluarkan Asus.
Penjualan perangkat ini juga terlihat di toko-toko online. Tentu saja, harganya pun luar biasa tinggi, yaitu antara Rp 1,35 juta-Rp 1,5 juta. Padahal, harga resminya, Zenfone 4 dibanderol Rp 1,1 jutaan saja.
Malang Post salah satu orang yang beruntung mendapatkan ponsel tersebut, dan seketika mencobanya. Seperti yang digemar-gemborkan, Zenfone 4 memang berbeda. Saat itu dalam kemasan terlihat satu unit ponsel, dua baterai, kabel charger dan satu adapter. Sayangnya, dalam kemasan tidak ditemukan ear phone seperti vendor lainnya. Saat dihidupkan perangkat ini langsung menampilkan logo Asus. Selanjutnya, logo Intel Inside, lantaran perangkat ini memang menggunakan prosesor Intel.
Untuk bodinya, perangkat ini juga berbeda. Asus menampilkan fisik yang elegan, dengan casing terbuat dari poly carbonate. Ponsel ini juga tidak banyak dibekali dengan tombol. Sehingga pengguna pun lebih nyaman, bahkan untuk seorang pemula sekalipun.
Sedangkan interfacenya, perangkat ini sangat berbeda. Asus juga mengembangkan Sistem Operasional buatannya pada ponsel ini. OS bernama Asus ZenUI ini membuat tampilan Asus Zenfone berbeda. Ada beberapa aplikasi tambahan ditampilkan pada perangkat, mulai dari Kindle, Omlet, dan share link. Asus tidak menyertakan aplikasi BBM pada menu ponsel.
Untuk kinerjanya, perangkat ini cukup lumayan. Prosesor Intel yang mendukung cukup cepat saat diajak bekerja. Ditambah dengan memori RAM sebesar 1 GB, membuat perangkat ini sama sekali tidak lemot.
Di sisi kamera, ponsel ini mendukung kamera berkekuatan 5 megapiksel. Asus tidak  mendukung kamera utama dengan LED Flash. Sehingga hasilnya pun kurang memuaskan saat digunakan di ruang yang kurang cahaya. Sedangkan kamera keduanya di depan, hanya menggunakan lensa 0.3 megapiksel.
Meskipun hanya dibekali dengan baterai 1200 mAh, namun ponsel ini cukup irit baterai. Itu karena Asus menyertakan fitur smart saving. Fitur ini mampu menekan daya baterai, sehingga ponsel pun bisa hidup hingga seharian, meskipun digunakan secara aktif. (vik/nda)