Nokia XL Dilepas dengan Harga Rp 2 juta

MALANG – Janji Nokia untuk segera menghadirkan Nokia XL, betul-betul terbukti. Perangkat baru yang mengusung layar seluas 5 inci ini mulai menghiasi galeri atau outlet penjualan ponsel, dengan harga resmi Rp 1.999.000. Harga tersebut tidak sesuai yang direncanakan, karena
sebelumnya Nokia membanderol perangkat ini Rp 2.2 juta. 
“Unitnya sudah datang sejak sepekan lalu, tapi kami baru membuka penjualan hari ini
(kemarin),’’ kata Customer Service Erafone, Dina Mariana. 
Pabrikan yang baru saja merger dengan Microsoft tersebut tampaknya membidik konsumen muda. Hal ini terlihat dari tampilan fisik Nokia XL. Alih-alih tampil dengan warna konvensional seperti hitam, putih dan silver, Nokia justru memilih untuk lebih atraktif dengan menghadirkan warna oranye, hijau, kuning, cyan, hitam dan putih pada panel belakang.
Dina menjelaskan, ponsel berlayar 5 inci tersebut dibekali dengan memori yang sedikit lebih besar ketimbang pendahlunya, yaitu Nokia X. di seri XL, RAM didalamnya sebesar 768 MB. Upgrade lain yang terlihat dari pendahulunya adalah baterai dimana seri terdahulu hanya 1500 mAh, kini menjadi 2000 mAh.
Di sektor kamera Nokia XL juga lebih unggul dengan kamera utama 5 megapixel yang dilengkapi dengan lampu kilat LED. Sedangkan kamera depannya, Nokia membekali ponsel barunya itu dengan lensa berkekuatan 2 megapixel.
“Dari segi spesifikasi, Nokia XL memang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Nokia X. Seperti memori, karena sekarang RAM-nya 768 MB, jadi proses membuka aplikasi menjadi lebih cepat,” imbuh Dina.
Dina melanjutkan, Nokia XL dipersenjatai prosesor Qualcomm MSM8225 Snapdragon S4 Play jenis dual-core Cortex-A5 1 GHz. Ponsel ini mendukung kartu SIM ganda (GSM dan GSM), serta memanfaatkan basis sistem operasi Android 4.1.2 (Jelly Bean) yang telah dimodifikasi oleh
Nokia.
Seperti diketahui, dalam mengembangkan Android, Nokia hanya memanfaatkan lisensi Android Open Source Project (AOSP) dari Google yang bisa digunakan siapa saja secara gratis karena sistem operasi ini bersifat terbuka (open source). Dengan ini, perusahaan bisa mengubah
tampilan antarmuka Android di Nokia XL sehingga terlihat seperti tampilan Windows Phone, yang kental dengan nuansa kotak-kotak.
”Seperti Nokia X,  Nokia juga tidak menghadirkan aplikasi dan layanan Google secara default, yakni Gmail, Youtube, Google Maps, Hangouts, Play Store, hingga jejaring sosial Google+,’’ kata Dina. Namun begitu, Nokia menggantinya dengan layanan atau aplikasi milik Microsoft dan
Nokia.
Sebagai nilai tambah, ponsel keluarga Nokia X dibekali dengan aplikasi peta digital Nokia Here, layanan musik MixRadio, hingga penyimpanan data online OneDrive sebesar 10GB.(vik/fia)