Telkom dan Intel Kembangkan Kompetensi TIK Guru Malang Raya

MALANG –  400 guru dan Kepala Sekola SMA/SMK sederajat se Malang Raya kemarin mengikuti program Intel Teach di Gedung Telkom, Jalan A Yani. Mereka mendapatkan pelatihan khusus tentang materi Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
“Program Intel Teach ini merupakan realisasi Program Indonesia Digital Learning. Tujuannya untuk mengembangkan kompetensi guru di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi,’’ terang General Manager PT Telkom Indonesia Wilayah Telkom Jatim Selatan, Edwin Aristiawan, disela-sela acara pembukaan Pelatihan Program Intel Teach kemarin.  Dia juga menguraikan, program ini merupakan realisasi dari MOU Intel bersama 61 wilayah telekomunikasi yang ditandatangani 30 Mei lalu.
 “Dalam program ini, guru atau kepala sekolah yang hadir mendapat lima materi pelatihan sekaligus, yakni product/device, pedagogy,  connectivity, software/aplication/service dan content,’’ tambah Edwin.
Dia juga menjelaskan, program Intel Teach ini sendiri digelar  secara nasional.  Tujuannya dengan program ini PT Telkom dan Intel Indonesia Corporation ingin menciptakan tenaga pendidik yang inovatif, melalui pemanfaatan pembelajaran abad 21.
Sementara  Business Development Manager, Intel Indonesia Corporation Ganis Samoedra M, kemarin mengatakan Intel Teach merupakan program CSR yang diberikan Intel Indonesia Corpoporation untuk tenaga pengajar di seluruh Indonesia.
“Intel Teach membina para tenaga pendidik pilihan di Indonesia guna mendapatkan pembekalan lebih lanjut sebagai Master Trainer,’’ urainya.  
Dia juga mengatakan program ini merupakan sebuah tanggung jawab Intel Indonesia Corporation untuk memberdayakan teknologi sebagai sarana belajar mengajar dan menciptakan pendidik yang inovatif secara global.
Ganis juga mengatakan, Malang merupakan kota ke tiga dari 10 kota program Intel Teach akan digelar. Pertama program ini digelar di Semarang, kemudian di Jakarta. Dalam program ini target prioritas adalah 100 ribu tenaga pengajar di seluruh Indonesia.
“Mereka dididik untuk menjadi Master Teacher. Tujuannya, mereka yang mengikuti pelatihan ini akan bisa menularkan ilmunya kepada guru-guru yang lain,’’ katanya.
Kendati program ini digelar secara nasional, Ganis enggan membeberkan dana yang dikucurkan. Sebaliknya, dia mengatakan secara mendunia Intel mengusurkan dana CSR untuk Edukasi senilai 100 juta US Dolar.
Program Intel Teach ini juga disambut oleh perwakilan Dinas Pendidikan, dari Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Mereka sangat mengapresiasi. Bahkan mereka yakin, program ini merupakan salah satu sarana percepatan pembelajaran. Terlebih pembelajaran yang diberikan yaitu Best Learning merupakan pola pembelajaran untuk abad 21.
“Kami sangat mengapresiasi program ini. Dimana kami bisa banyak belajar tentang TIK. Kami berharap nanti tidak ada guru yang gagap teknologi, apalagi buta internet,’’ kata perwakilan Dinas Pendidikan Kota Batu, Abdul Rois kemarin.(vik/red/fia)