Layar Lebar Jadi Andalan Nokia XL

Layar lebih luas dan memori lebih besar membuat Nokia XL lebih diburu ketimbang pendahulunya.

MALANG – Layar 5 inci menjadi nilai plus yang dihadirkan Nokia XL. Layar yang cukup luas tersebut memberikan rasa nyaman, saat perangkat ini digunakan telepon, berkirim pesan,  browsing ataupun chatting.Selain itu pengguna juga dapat menikmati layar tersebut untuk menonton film atau bermain game dengan leluasa.
Supervisor Global Teleshop Bobin Febriawan menguraikan, dibandingkan dengan pendahulunya yang mengusung layar seluas 4 inci, Nokia XL memang lebih oke. “Layar yang diusung memiliki resolusi 800×400 piksel, dengan kerapatan 187 ppi. Layar ini sangat nyaman, saat digunakan menonton film atau bermain game, karena pengguna akan melihat gambar dengan leluasa,’’ kata Bobin.
Tidak hanya layarnya saja, Nokia XL juga dibekali dengan kinerja lebih sip dibanding pendahulunya. Perangkat ini ditopang oleh prosesor Qualcomm MSM8225 Snapdragon S4 Play jenis Dual Core Cortex-A5 1 GHz. Ponsel ini mendukung kartu SIM ganda (GSM), dan memanfaatkan basis sistem operasi Android 4.1.2 (Jelly Bean) yang telah dimodifikasi oleh Nokia.
Secara umum, Bobin mengatakan spesifikasi Nokia XL lebih keren dibandingkan dengan Nokia X. Lantaran itulah, perangkat ini banyak diburu. Menurut Bobin, antusias pecinta gadget pada Nokia XL memang lebih tinggi.
“Faktornya adalah spesifikasi. Para pecinta produk Nokia menginginkan produk tidak sekadar menarik secara desain, tapi juga menarik dalam hal spesifikasi. Nokia XL inilah jawabannya,’’ urai Bobin.
Kondisi yang sama juga terjadi di beberapa toko atau galeri penjualan ponsel lainnya. Di Tiga Putra contohnya, setiap hari mampu menjual ponsel seharga Rp 1.9 jutaan ini hingga lima unit perhari.
“Kalau dibandingkan dengan sebelumnya, Nokia XL lebih diburu konsumen. Selain layarnya besar, ponsel ini juga dibekali dengan memory RAM yang lebih besar yaitu 768 MB,’’ kata promotor Nokia Wahyu Wibisono, sembari mengatakan ponsel barunya ini telah mendukung baterai berkapasitas 2.000 mAh, kamera belakang 5 megapiksel dilengkapi lampu kilat LED dan kamera depan.
Sementara untuk tampilannya kedua seri X ini sama. Nokia hanya memanfaatkan lisensi Android Open Source Project (AOSP) dari Google yang bisa digunakan siapa saja secara gratis karena sistem operasi ini bersifat terbuka (open source). Dengan ini, perusahaan bisa mengubah tampilan antarmuka Android di Nokia XL sehingga terlihat seperti tampilan Windows Phone, yang kental dengan nuansa kotak-kotak.
Sementara itu, Nokia tidak membeli lisensi layanan mobile Google yang disebut Google Mobile Service (GMS). Oleh karenanya, ponsel seri Nokia X tidak menyediakan aplikasi dan layanan Google secara default, yakni Gmail, Youtube, Google Maps, Hangouts, Play Store, hingga jejaring sosial Google+.
Bahkan, sistem Nokia XL tidak mendukung antarmuka pemrograman aplikasi atau application programming interface (API) buatan Google. Nokia meminta agar aplikasi-aplikasi Android yang memanfaatkan API Google dimodifikasi, dan menggunakan API buatan Nokia. (vik/fia)