Anak Bangsa Akhirnya Punya Smartphone 4G

PERTAMA kali dalam sejarah, Indonesia akhirnya dapat memproduksi telepon seluler pintar atau smartphone. Ponsel berteknologi komunikasi 4G (fourth generation) yang memiliki kecepatan hingga 10 kali lipat dari kecepatan teknologi komunikasi 3G (third generation).

Ponsel yang diberi nama Ivo ini, didesain oleh PT Tata Sarana Mandiri (TSM) dan diproduksi oleh PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN).

Peluncuran Ivo berlangsung di kantor PTSN, Batam. Dihadiri oleh Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian Budi Darmadi, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Reaspationo, Direktur TSM Sam Ali dan Direktur PTSN Abidin
Dalam sambutannya, Budi Darmadi mengatakan potensi industri ponsel di Tanah Air masih sangat besar. Untuk mencukupi kebutuhan, 62 juta unit ponsel terpaksa diimpor dari luar negeri, padahal seharusnya bisa diproduksi sendiri.

"Pemerintah berbasis pada besarnya pasar domestik, berusaha mendorong pelaku usaha untuk membangun industri telepon seluler di Indonesia," ungkap Budi, di Batam, Jumat (4/7) lalu.

Dua perusahaan lokal telah membuktikannya dengan kehadiran ponsel Ivo. Budi optimistis hal ini dapat menarik minat investor dalam dan luar negeri lainnya untuk berinvestasi di Tanah Air.


"Kedua perusahaan menunjukkan kepada kita semua bahwa Indonesia merupakan pilihan menarik dan tepat untuk berinvestasi di dalam bidang industri telepon seluler," ujarnya.

Menurutnya Budi adanya Smartphone 4G akan membuat dunia internet di Indonesia terus berevolusi dan makin membuat masyarakat makin terhubung satu dengan yang lain tanpa ada batasan wilayah atau waktu.

Smartphone 4G buatan Indonesia, yang didukung oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 400 quad core dengan dapur pacu 1.2 GHz, RAM 1 GB, Storage 8 GB, Camera 8 MP, dan dual sim card yang didesain khusus untuk kebutuhan Indonesia.

Smartphone 4G ini juga dapat bekerja pada berbagai frekuensi LTE lain seperti 1.800Mhz, 2.300Mhz, 2.600Mhz, termasuk frekuensi data 3G dan 2G, sehingga dapat beroperasi di berbagai negara.(dtc/fia)