Suarez Mulai Mengigit Pengguna Internet

JAKARTA  - Aksi Luis Suarez mengigit Giorgio Chiellini saat pertandingan Uruguay melawan Italia di Piala Dunia lalu ternyata turut dimanfaatkan oleh penjahat internet. Kendati sudah lewat beberapa pekan, nyatanya aksi phising memanfaatkan momen tersebut tetap menghantui pengguna internet.
Para ahli dari Kaspersky Lab menemukan metode mencurigakan dalam menyebarkan link ke situs phishing yang bertujuan untuk mencuri data pribadi pengguna internet.
Modusnya, halaman website palsu yang meniru situs resmi FIFA dan meminta para pengunjung menandatangani petisi membela Luis Suárez, yang terkena larangan aktif bermain selama empat bulan dan denda karena menggigit bahu Chiellini.
"Para penggemar yang tidak merasa senang dengan diskualifikasi yang diterima pemain Uruguay itu, memberikan data pribadi mereka ke dalam petisi tersebut yang berpotensi berakhir di spam milis, diterima oleh lampiran berbahaya atau bahkan menjadi korban atas target penyerangan," kata pihak Kaspersky, melalui keterangannya, Senin (21/7/2014).
Untuk menandatangani petisi, pengguna perlu mengisi formulir, memasukkan nama, negara tempat tinggal, nomor ponsel dan alamat email. Setelah mengisi formulir ‘petisi', korban didorong berbagi link halaman website palsu tersebut ke teman-teman di Facebook. Penggemar yang tidak curiga pun melakukannya.
Hal ini memungkinkan link phishing menyebar luas di seluruh Facebook hanya dalam beberapa hari. Pesan dengan link ke halaman phishing juga terlihat di forum khusus, yang kemungkinan merupakan awal para pengguna mencapai halaman berbahaya tersebut.
"Berbekal alamat email dan nomor telepon pengguna, para penjahat siber dapat melakukan serangan yang melibatkan Trojan perbankan untuk komputer dan perangkat mobile yang ditargetkan. Teknik ini digunakan untuk melewati tahap kedua dari perihal otentikasi dalam sistem perbankan online dimana sebuah password dikirim satu kali melalui SMS," ungkap Nadezhda Demidova, Content Analyst at Kaspersky Lab. Situs itu sendiri kini sudah ditutup setelah dinyatakan berbahaya dan mengandung unsur penipuan oleh Kaspersky Lab. (dt/feb)