Hadiah Rp 1,1 Miliar dari Rusia

Pemerintah Rusia menawarkan hadiah hampir US$100 ribu setara Rp1,1 miliar bagi siapa yang mampu membongkar sandi data yang dikirim melalui jaringan anonim Tor. Tawaran ini disampaikan untuk bisa melawan pengguna internet di Rusia yang menginginkan anonimitas.
Melansir Globalvoicesonline, Jumat 25 Juli 2014 , jaringan anomim Tor memang tengah bermasalah di Negeri Beruang Merah itu. Dua tahun lalu, Badan Keamanan Federal Rusia, FSB sudah melobi Duma, lembaga legislatif Rusia untuk melarang Tor.
Sementara Pemimpin Pirate Party Rusia, Stanislav Sharikov mengatakan keinginan pemerintah Rusia membongkar sandi Tor kemungkinan besar bukan karena masalah politik. Menurutnya keinginan itu lebih karena Rusia menginginkan kebijakan internet yang terbuka.
Pendapat itu dikuatkan dengan nilai tawaran yang diberikan hanya US$100 ribu, yang dipandang terlalu kecil untuk ukuran global. Belum lagi hadiah itu ditawarkan oleh Kementerian Dalam Negeri Rusia bukan agen keamanan Rusia.
Menurut Sharikov, fokus kementerian Rusia itu lebih cocok untuk memerangi pornografi anal dibanding mengurusi pembangkang anti-Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Dengan kemampuan anonim itu, Tor bagai pisau. Bisa digunakan untuk mendukung keamanan tapi di sisi lain dengan kemampuan mengelabui dari sensor dan pengawasan pemerintah. Jaringan itu bisa dimanfaatkan untuk kejahatan terorganisir, perdagangan narkoba, pertukaran dan penjualan pornografi anak.
Tor pertama kali dikembangkan oleh sebuah proyek Laboratorium Riset Angkatan Laut AS lebih dari satu dekade lalu. Tor mampu menganonimkan trafik internet dengan mengirim melalui konfigurasi simpul jaringan, sistem ini dikenal dengan sistem rouing bawang.
Saat ini dengan di tangan sebuah kelompok norlaba, Tor terus menerima dana dari negara federal dan memiliki pengguna sekitar 4 juta di seluruh dunia.
Banyak pengguna Tor merupakan aktivis pengguna cerdas teknologi di negara dengan sensor dan pengawasan. Sementara Departemen Luar Negeri AS justru melatih aktivis politik asing menggunakan Tor untuk melindungi diri dari pengawasan ketat pemerintah otoriter.
Tor makin populer saat digunakan oleh pembocor rahasia pemerintah AS Edward Snowden. merupakan Mantan karyawan Badan Keamanan Nasional AS (NSA) itu menggunakan Tor untuk menghilangkan jejak aksinya membocorkan data NSA.(viv/ary)