Kembar Tapi Tak Identik

MALANG-Smartfren telah mengenalkan dua ponsel Andromax seri i. Yakni Andromax i3 dan Andromax i3s. Keduanya hadir dengan spesifikasi yang sama. Ibarat anak kembar, namun keduanya tidak identik. Owner Kingdom Cell,  Agus Priyono menjelaskan, perbedaan paling mencolok pada dua perangkat ini ada pada bentuk fisik.
Andromax i3s memiliki bentuk kotak dengan setiap sudut sedikit lancip, sedangkan Andromax i3 memiliki bentuk lebih oval. Bukan itu saja, Andromax i3s juga lebih tipis. Menurut Agus ponsel buatan Haier ini memiliki ketebalan hanya 8.8 mm. Sedangkan Andromax i3 yang diciptakan oleh perusahaan Hisense memiliki ketebalan 9.6.
“Bodi i3s 1 inci lebih panjang, sedangkan lebar i3 juga 1 inci lebih lebar. Kondisi itu memang tidak terasa, saat dipegang,’’ katanya.
Selain itu, diuraikan Agus, perbedaan lain yang dapat ditemui pada ponsel seri Andromax i terbaru ini adalah kapasitas baterainya.  Dia menerangkan, kapasitas baterai Andromax i3s lebih besar 200 mAh dibandingkan Andromax i3 yang memiliki kapasitas baterai sebesar 2000 mAh.
“Secara umum, spesifikasi yang ada pada Andromax i3 dan i3s memang sama. Seperti layarnya, keduanya mendukung layar seluas 5 inci. Jenis Layar yang digunakan juga sama, yaitu In Plane Switching (IPS), memiliki resolusi 540 x 960 piksel dengan kepadatang 220 ppi,’’ imbuhnya.
Smarfren sendiri menurut Agus sengaja mengeluarkan dua seri sekaligus untuk Andromax I terbaru  ini. Tujuannya adalah memberikan pilihan kepada user atau pelanggan. Dia mengatakan, selama ini user cukup teliti dalam memilih produk. Mereka tidak sekedar mengacu pada spesifikasi. Bentuk atau desain ponsel juga menjadi pilihan user untuk membeli produk.
“Spesifikasinya bagus, tapi bentuknya tidak mendukung juga tidak imbang, alias tidak akan dipilih,’’ urainya.
Terkait dengan spesifikasi ponsel ini selain layar yang sama, Smartfren Andromas i3 dan Andromax i3s dibekali dengan prosesor Snapdragon Quad Core 1.2GHz Processor Cortex A7, GPU Adreno 302. Keduanya juga mendukung memori RAM 1 GB dan ROM 4 GB.
“Keduanya juga dibekali dengan dua kamera, masing-masing 5 megapiksel untuk kamera utama di belakang, dan 1.3 megapiksel untuk kamera depan. Kamera belakang dilengkapi dengan Auto Fokus dan LED Flash, untuk membantu pencahayaan saat mengambil foto di tempat yang minim cahaya,’’ bebernya.
Agus juga menerangkan, perangkat ini hadir sebagai ponsel dual SIM, yakni CDMA dan GSM. Untuk jaringan CDMA 2000 1xEVDO. Jaringan tersebut memungkinkan pengguna untuk melakukan download file dengan kecepatan 3.1 mbps.
“Jaringan Smarfren cukup kuat, itu sebabnya dibutuhkan perangkat yang mendukung, agar semuanya seiring sejalan. Andromax i3 dan Andromax i3s ini salah satu perangkat yang disediakan Smartfren untuk layanan data tersebut,’’ tandas Agus.(vik/ary)

Layanan Data Sumbang Rp 1,4 Triliun
Smartfren Telecom meraih pendapatan sebesar Rp 1,43 triliun sepanjang semester pertama 2014 atau naik 26% dibandingkan posisi sama tahun lalu sebesar Rp 1,13 triliun.
Seperti dikutip dari laporan keuangan Bursa Efek Indonesia, Selasa (5/8), pemasok utama pendapatan dari operator seluler CDMA itu berasal dari layanan data sebesar Rp 1,137 triliun atau berkontribusi sekitar 80% bagi total omzet.
Kontribusi pendapatan lainnya berasal dari layanan suara (voice) sebesar Rp 147,2 miliar, pesan singkat (SMS) Rp 82,5 miliar, abonemen Rp 10 miliar, serta interkoneksi Rp 43,22 miliar.
Positifnya kinerja keuangan Smartfren dalam enam bulan terakhir ini juga membuat operator dengan kode emiten FREN itu berhasil menekan kerugian yang dideritanya hingga 22% menjadi Rp 652,14 miliar dari posisi Rp 831 miliar di periode sama 2013.
Di pos rugi usaha juga terjadi penurunan 34% atau menjadi Rp 515,567 miliar dibandingkan posisi sama tahun lalu sebesar Rp 786,9 miliar. Pada tanggal 30 Juni 2014, akumulasi defisit perusahaan tercatat sekitar Rp 11,151 triliun.(dk/ary)