Gaya Slim Berpadu dengan Otak Dual Core

MALANG - Berbekal prosesor Dual Core dengan kecepatan 1.3 GHz, ditambah bodi yang slim, Huawei percaya produk barunya yakni Y330 siap menghadapi persaingan di pasar gadget.  Ditawarkan dengan harga Rp 1 jutaan, perangkat ini diyakini mampu bersaing dengan ponsel besutan pabrikan global.
Marketing Shinta Cell, Malang Plaza Yuli Anggraini menyebutkan, Huawei Y330 berbeda dengan ponsel kelas menengah lainnya. Hadir dengan bodi lebih slim, perangkat ini juga memiliki bentuk lebih elegan.
"Secara fisik perangkat ini memang terlihat lebih mewah. Itu karena layar yang tertanam nyaris tanpa bezel," kata Yuli.
Bahkan, Yuli mengatakan casing plastik yang membalut perangkat sama sekali tidak memberikan kesan murahan. Sebaliknya, casing plastik glossy ini kian membuat perangkat ini mewah.
"Jika dibandingkan dengan ponsel lainnya, cassing Huawei Y330 lebih berkilau, sehingga terlihat lebih elegan," urainya.
Kinerja ponsel ini juga tidak perlu diragukan. Meskipun dirakit oleh perusahaan asal Cina, kinerja ponsel ini tidak seperti produk Cina pada umumnya. Pengguna tidak akan merasa ‘disesatkan’ dengan spesifikasi yang tertulis pada box, sebaliknya pengguna akan melihat kinerja ponsel yang real. 
"Banyak vendor lokal menawarkan ponsel dengan kinerja yang mapan, namun setelah dicoba ternyata tidak segahar yang diterangkan. Akibatnya banyak user yang kecewa. Tapi Huawei Y330 ini lain. Dia memiliki kinerja yang sesuai dengan yang tertera di dos book, sehingga tidak akan mengecewakan," kata Yuli sembari mengatakan kinerja ponsel ini akan terlihat saat pengguna melakukan multitasking seperti bermain game sambil membuka email.
Untuk spesifikasi, Huawei Ascend Y330 ini hadir dengan layar sentuh berukuran 4 inci, resolusi sebesar 480 x 854 piksel memiliki kerapatan 245 ppi. Kualitas layar yang dihadirkan dirasa cukup pas dengan ukuran layar yang ada sehingga  pengguna merasa cukup puas menggunakan ponsel ini untuk menjalankan fitur multimedia.
Ponsel ini menjalankan sistem operadional Android 4.3 Jelly Bean. Kinerja ponsel ditopang dengan prosesor Dual Core berkecepatan 1.3 GHz.  Perangkat ini juga mampu perpindahan antar menu dengan mudah berkat memori RAM 512 MB. Huawei juga menyediakan ruang untuk penyimpanan data seluas 4 GB.
"Ada port untuk micro SD, fungsinya untuk perluasan tempat penyimpanan data hingga 32 GB," urai Yuli.
Sementara untuk masalah fotografi, Yuli mengatakan pengguna bisa memanfaatkan kamera utama di belakang. "Sesuai harganya, ponsel ini mendukung satu kamera di belakang. Resolusi lensanya sebesar 3 megapiksel. Tidak ada auto fokus dan LED Flash, sehingga pengguna yang ingin mengabadikan moment di dalam ruangan untuk memperhatikan cahaya yang ada agar mendapatkan hasil maksimal," katanya. Dia juga menguraikan semua jenis aktifitas perangkat ini didukung dengan baterai berkapasitas 1500 mAh. Cukup lumayan, dibandingkan dengan Asus Zenfone 4 yang hanya berbekal baterai berkapasitad 1200 mAh.
Untuk sambungan, perangkat ini sudah cukup lengkap karena di dalamnya terdapat sebuah  slot SIM Card yang dapat berjalan pada semua operator GSM pada jaringan GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 dan HSDPA 900 / 2100 dengan kecepatan internet HSDPA, 42 Mbps, HSUPA, 5.76 Mbps, GPRS dan EDGE serta tambahan fitur konektivitas dari Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, Dual-Band, Wi-Fi Direct, Wi-Fi Hotspot, Bluetooth 4.0 dan MicroUSB 2.0.
Ponsel ini juga mendukung fitur seperti GPS, Media Player, Video Recorder, FM radio, Media Player, Audio Recorder serta aplikasi wajib seperti Google Play Store, Gmail, Google Maps dan YouTube. (vik/fia)