Telkomsel Ajak Anak Untuk Berani

MALANG – Sebagai operator, Telkomsel tidak hanya hadir dengan bisnis selulernya. Namun perusahaan plat merah ini juga terlibat langsung dalam hal mencerdaskan anak bangsa. Salah satu buktinya adalah Pentas Baca Menjadi Indonesia, yang digelar Telkomsel di Grapari, Jalan S Parman Malang, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini Telkomsel bekerjasama dengan Bimbingan Belajar AIUEO.
Asri Anggraini, staf Divisi SNB Telkomsel Malang menyebutkan, kegiatan Pentas Baca Menjadi Indonesia ini merupakan salah satu kegiatan yang digelar Telkomsel  untuk mendukung program pendidikan anak bangsa. “Sebelumnya kami juga menggelar seminar, dan pelatihan di sekolah-sekolah, baik SD-SMA. Pelatihan-pelatihan yang kami gelar umumnya untuk pengenalan internet kepada para siswa,’’ kata Asri.
Pentas Baca Menjadi Indonesia sendiri diikuti oleh 200 peserta. Mereka ada siswa Bimbingan Belajar di seluruh Kota Malang. Dalam kegiatan ini, panitia tidak hanya mengajak para siswa atau peserta untuk belajar, namun juga mengajak mereka untuk bermain. “Karena pesertanya adalah anak-anak Bimba dengan usia 3-6 tahun, maka yang diberikan adalah pengenalan huruf, angka, bermain dan bernyanyi,’’ kata ketua panitia Pentas Membaca Menjadi Indonesia Dwi Wulandari.  
Dwi juga mengatakan, anak-anak juga diajarkan untuk mengeja huruf, menjadi satu kesatuan kalimat. “Tujuannya menjadikan anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan karakter sejak dini, sekaligus mendidik merka untuk berani dan mandiri,’’ kata Dwi lagi.
Acara yang digelar mulai pukul 09.00-13.00 inipun sangat meriah. Anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini sangat menikmati. Bahkan, mereka juga tidak malu-malu saat MC meminta mereka maju, untuk membaja ejaan huruf.
Kegembiraan anak-anak ini kian menjadi, saat panitia juga mengajak mereka untuk bermain kereta api. Dengan iringan musik yang dimainkan Arbanat berjudul sama, anak-anak langsung membuat formasi kereta. Saling nyambung, mereka pun berputar mengelilingi ruangan.
Sementara anak-anak yang tidak ikut dalam barisan, mereka tampak sibuk dengan kegiatan lain. Diantarannya menggambar dan bermain puzzle. Sementara orang tua yang ikut datang, tidak kalah seru. Menggunakan berbagai macam gadget, mereka pun mengabadikan gambar anak-anaknya yang sedang bermain. “Sangat seru, di sini anak-anak tidak hanya dilatih mengenal huruf, atau angka, tapi juga dilatih untuk berani. Kegiatan ini sangat positif, kedepannya harus ada kegiatan seperti ini,’’ kata Imam salah satu orang tua peserta. (vik/feb)