Oppo Penetrasi Sales Malang Raya

TOTAL : David Lee bersama tim penjualannya melakukan penetrasi total pasar Oppo di Malang Raya.

MALANG POST – Melesatnya penjualan produk handphone merk Oppo di Malang Raya, menjadi perhatian lebih PT Indonesia Oppo Elektronik (Oppo) Jatim.  Mulai tahun 2015, penjualan pasar Malang Raya penetrasi hingga 12 ribu unit per bulan. Hal itu dijelaskan David Lee, Area Manager Oppo Jatim di Plasa Marina Jl. Margorejo kepada Malang Post.
David menyebutkan, target 12 ribu unit per bulan dianggap bukan target yang muluk-muluk. Karena, minat dan daya beli warga Malang Raya, khususnya kalangan menengah atas sangat tinggi sekali.
‘’Luar biasa.Penjualan Oppo di Malang malah member kontribusi terbesar omset penjualan se Jatim. Karena itu, target kita naikkan lagi,’’ katanya.
Saat ini, lanjut bujangan asli Negeri Tiongkok ini, Malang Raya mampu menyumbangkan penjualan 5 ribu unit per bulan. Bahkan, di bulan Agustus penjualan handphone teknologi Tiongkok ini tembus diangka 7 ribu unit.
‘’Saya kaget juga sebelumnya. Malang kok begitu tinggi.  Omset ini hampir sama dengan penjualan Oppo di wilayah karesidenan Madiun,’’ kata David melalui Edi Zhu, penterjemahnya sekaligus Asisten Manager Oppo Jatim.
Sebagai bukti keseriusannya, manajemen Oppo Jatim akan membuka counter khusus di Malang Plaza, Kota Malang. Ruang pamer sekaligus penjualan itu didukung penuh penempatan Service Center yang sudah ada sebelumnya.
‘’Kalau ditanya berapa investasi untuk penetrasi di Malang, saya tidak bisa hitung. Prinsip kami, kami tidak mencari uang atau keuntungan. Tapi, bagaimana caranya konsumen puas dan uang akan mencari kami,’’ ujarnya berfilosofi.
Dikatakan dia, Oppo yang hadir di Indonesia mulai 1 Mei 2013 lalu tidak menyangka kalau produknya sangat diterima masyarakat Indonesia. Gambaran ini terlihat jelas dari omset penjualan (sold out) produk Oppo Jatim, yang hingga Agustus 2014 menembus angka Rp 60 miliar.
Tingginya omset itu didukung prestasi penjualan seluler dari berbagai tipe dan kelas, yang rata-rata mencapai 30 ribu unit per bulan. Bahkan, semula target nasional hanya ditarget 50 ribu unit hingga akhir 2014 kemudian dinaikkan menjadi 300 ribu unit.
‘’Sekali lagi, kami tidak menyangka situasinya seperti ini. Pasar Oppo di Jatim terus tumbuh dari hari ke hari. Jika produk (kompetitor) sekarang banyak yang stagnan justru tidak demikian dengan Oppo di pasaran,’’ paparnya.
Ditambahkan dia, total penjualan unit Oppo mulai Januari hingga Agustus 2014 mencapai 131 unit. Selain dikontribusi Malang dan Madiun, capaian omset itu juga didukung penjualan di Marina Plaza Surabaya dan karesidenan Jember.
‘’Kami menghitung penjualan bukan dari produk yang terjual dari pabrik. Tapi, produk yang terjual dari konter ke end user (konsumen). Karena, produk yang tidak terjual di konter akan kami refund sebagai bentuk tanggung jawab kami kepada agen atau konter,’’ pungkasnya.(has/ary)