Dukung Digitalpreneur, Telkom Dirikan DiLo

MALANG – Potensi industri kreatif digital di Malang semakin marak. Terbukti semakin banyaknya start up buatan arek Malang yang mampu bersaing di tanah air. Tak hanya itu, aktivitas komunitas digital juga tumbuh semakin subur. Melihat perkembangan positif ini, PT Telkom Indonesia pun membidik Malang sebagai salah satu lokasi pendirian Digital Lounge (DiLo).
Kemarin (19/9)  siang, DiLo Kota Malang yang menempati kantor Telkom di Jalan Basuki Rahmat resmi dibuka untuk umum. Dalam peresmian tersebut, hadir pejabat Pemkot Malang, perwakilan kampus, komunitas anak muda kreatif serta perwakilan SMK di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Keberadaan DiLo Kota Malang ini melengkapi puluhan DiLo lainnya yang tersebar di 20 kota di Indonesia.
“Malang dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki banyak lembaga pendidikan berkualitas dan komunitas-komunitas anak muda kreatif. Kami yakin industry kreatif digital di Kota Malang akan tumbuh baik dengan modal tersebut. Keberadaan DiLo ini kami harapkan mampu memacu perkembangan yang lebih pesat lagi,” beber SGM Telkom IdeC, Joddy Hernady pada Malang Post, kemarin.
DiLo sendiri merupakan pusat interaksi peminat dan pelaku industri kreatif digital. Tujuannya menciptakan bibit-bibit digitalpreneur yang selanjutnya siap masuk ke industri. DiLo didirikan atas kerjasama Telkom dengan Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI).
Di Malang, DiLo menyediakan fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh digitalpreneur dan calon digitalpreneur sebagai co-working space (ruang kerjasama), ruang meeting bersama, ruang kelas, tempat sharing knowledge, dan berinteraksi. “Fasilitas ini kami harapkan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengembangkan industri kreatif digital dari manapun. Sekaligus kami mengundang calon digitalpreneur untuk menimba ilmu di DiLo Malang,” ungkap GM Witel Jatim Selatan, Hendro Setyo Budi.
Sekjen MIKTI Hari Sungkari menyebutkan, keberadaan DiLo ini akan dimanfaatkan untuk menggelar beragam kegiatan yang mendukung tumbuh dan berkembangnya bibit digitalpreneur unggulan. Kegiatan tersebut antara lain pelatihan dan workshop, business gathering, business connect untuk mempertemukan digitalpreneur potensial dengan investor atau mitra dan kompetisi lokal.
Pelatihan tidak hanya untuk hardskill, tetapi juga softskill, mulai dari pemrograman, animasi, desain produk digital hingga teknik komunikasi serta pembetukan karakter digitalpreneur. “Intinya selain membuat mereka lihai dalam segi teknis, juga membentuk karakter tangguh seorang digitalpreneur. Sehingga nantinya mereka tidak hanya menjadi pegawai tetapi juga pengusaha, tentunya di bidang industri kreatif digital,” terang Hari.(nda)