Buka Kantor di AS, Telkom Ingin Dekati Silicon Valley

JAKARTA - Keberadaan Telkom USA mengusung berbagai misi. Salah satunya juga untuk mendekatkan diri dengan Silicon Valley yang kerap jadi kiblat industri kreatif digital dan startup ecosystem.
Menurut Telkom, Silicon Valley merupakan tempat yang paling kondusif dalam proses penciptaan produk baru dimana startup, mentor, investor berkumpul dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Sehingga dengan ekosistem terbaik tersebut muncullah Digital Company (DiCo) yang sangat dikenal di dunia seperti Apple, Intel, Facebook, Google, Airbnb, Dropbox dan WhatsApp. Perusahaan-perusahan dengan valuasi tinggi di atas valuasi Telco terkenal di dunia.
Peresmian masuknya Telkom ke pasar Amerika Serikat ditandai dengan pembukaan kantor Telekomunikasi Indonesia International USA, Inc (Telkom USA) di Los Angeles.
Direktur Wholesale & International Service Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, peresmian kantor Telkom USA adalah momen bersejarah bagi Indonesia, karena mulai saat ini Telkom yang merupakan milik rakyat Indonesia resmi ekspansi ke Amerika Serikat.
"Ini tentunya akan mendukung peningkatan hubungan bisnis Indonesia–Amerika Serikat yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Ririek.
Ia menambahkan, Telkom USA akan masuk ke dalam bisnis wholesale dan enterprise di Amerika Serikat, di samping peluang peluang bisnis lain seperti layanan kepada komunitas Indonesia di Amerika Serikat yang jumlahnya cukup besar.
Dan yang tak kalah penting, keberadaan Telkom USA juga akan mendukung operasional network Telkom Group yang semakin besar di Amerka Serikat. Saat ini Telkom Group melalui anak usahanya Telin telah memiliki 6 PoP (Point of Presence) untuk mendukung konektivitas layanan internet ke Amerika Serikat. (dtc/aim)