Si Cantik “Penjaga” Google

CALIFORNIA-Gadis ini keturunan Iran-Amerika dan baru berusia 31 tahun. Parisa Tabriz menduduki posisi penting di perusahaan raksasa internet dunia, Google. Bukan sebagai resepsionis atau bidang iklan, melainkan sebagai hacker.
Sebagai perusahaan yang sangat erat dengan dunia maya, Google selalu berupaya untuk menghindari serangan hacker. Tugas Tabriz adalah mencari kelemahan dalam sistem Google Chrome. Caranya adalah justru dengan menyerang Google Chrome, sebelum hacker jahat menyerang lebih dulu.
Dilansir melalui Telegraph, Senin 6 Oktober 2014, Tabriz tidak mau disebut hacker. Keahliannya di bidang teknik keamanan informasi ini membuat ia ingin disebut sebagai 'Security Princess'nya Google.
"Sepertinya, jabatan ahli keamanan informasi terdengar membosankan. Sedangkan hacker kedengarannya terlalu gahar. Jadi 'Security Princess' terdengar lebih anggun sekaligus menyeramkan," ujar Tabriz.
Wanita ini lahir dari seorang ayah keturunan Iran dan ibu keturunan Polandia. Sejak lahir, Tabriz hidup di Chicago dengan dua saudara laki-lakinya. Jika tidak sedang bekerja, ia lebih suka di rumah membuat es krim Gelato, atau berolahraga rock climbing di sekitar komplek Google.
Yang mengherankan, ia tidak pernah berkutat dengan komputer sejak kecil. Ia malah memiliki komputer sejak pertama berkuliah di University of Illinois, tempat ia belajar mesin komputer.
Setelah lulus 2007, Tabriz langsung bekerja di Google . Pada 2012, ia pernah dimasukkan ke dalam Daftar 30 Orang Berusia di Bawah 30 Tahun yang Bekerja Cemerlang di Industri Teknolohi. Daftar ini dibuat dan dikeluarkan oleh Majalah Forbes.
Selain bekerja di Google, ia juga sering menjadi pembicara di konferensi hacker. Ia pernah mengajarkan cara untuk meretas mesin penjual otomatis (vending machine) demi mendapatkan sebatang coklat, tanpa menggunakan teknologi.
Tidak seperti pendapat lain yang menganggap hacker adalah aksi kejahatan, Tabriz justru menganggap sebaliknya. Menurut dia, ada pesan moral yang ia dapat dari tugasnya sebagai hacker.
"Untuk urusan mencuri, seperti mencuri file foto telanjang para artis Hollywood, itu memang perbuatan kriminal. Sebagai seorang hacker, saya merasa sedih dan itu mencoreng nama hacker baik lainnya. Seolah-olah kami, para hacker semua dianggap buruk. Sepertinya kami butuh humas untuk menjelaskan bahwa kami tidak seperti itu," kata Tabriz.
Sebelumnya, untuk urusan hacker Chrome, Google telah mengajukan sayembara. Bagi siapa saja yang bisa menemukan 'lubang' di Chrome, Google akan menyediakan US$30.000. Sampai saat ini, Google dikabarkan telah mengeluarkan sekitar US$1,25 juta untuk memperbaiki 700 isu 'lubang' di sistemnya.(viv/ary)