Bolt Ubah Paket Berlangganan

JAKARTA - Perusahaan telekomunikasi Internux, dengan produk layanan internetnya, Bolt kembali mengubah skema harga berlangganan paket internetnya. Perubahan skema ini disinyalir akibat protes dari para pelanggan.

Sebelumnya, Bolt memang mendapatkan banyak kritikan oleh pengguna karena paket baru yang menggantikan paket lama dianggap kurang menarik.

Menurut pantauan KompasTekno, paket terbaru tersebut mulai diumumkan oleh Internux pada Minggu (19/10/2014), dan akan berlaku mulai 21 Oktober 2014 pukul 00:00 WIB.

Paket awal yang ditawarkan Bolt dengan kuota utama/tetap selama 30 dan 60 hari sebenarnya sangat diminati karena harganya cukup kompetitif dibandingkan layanan internet lain. Misalnya, dengan pulsa Rp 200.000 pengguna Bolt bisa menikmati kuota internet sebanyak 30 GB selama 60 hari.

Namun, paket tersebut berakhir 30 September 2014 lalu dan berganti dengan skema tarif yang baru. Harga paketnya tetap, namun kuota utama menyusut 50 persen. Walau disertai bonus cukup besar, namun kuota bonus tersebut hanya berlaku selama 7 hari saja.

Sebagai contoh, paket termahal (Rp 200.000) yang berlaku 60 hari (dua bulan) menyediakan kuota utama 15 GB dan kuota bonus 21 GB. Namun, kebanyakan pengguna justru bingung dengan bonus kuota 21 GB yang harus mereka habiskan dalam waktu tujuh hari.

Kini, Bolt kembali memperkenalkan skema tarif baru dengan kuota utama sedikit lebih besar. Diharapkan, paket baru ini bisa lebih diterima oleh penggunanya: paket termahal (Rp 200.000) dengan kuota utama 20 GB, berlaku selama 60 hari, dengan kuota bonus 12 GB yang berlaku selama 30 hari. (kps/oci)