Malang Raya Segera Nikmati Fasilitas 4G-LTE

SURABAYA – Malang Raya bakal menikmati internet berkecepatan tinggi dengana teknologi 4G- Long Term Evolution (LTE). Fasilitas internetan berkecepatan 100 Mbps ini akan dimulai setelah Surabaya.
‘’Jika dari pantauan kita Malang Raya pengguna 3G tinggi, langsung kita akan layani. Sebab, dari sini (kantor Surabaya) kita bisa lihat berapa besar trafiknya pengguna 3G,’’ kata Kencono Wibowo, Deputy CCO XL East and North saat peluncuran Mobile 4G-LTE di Surabaya, Selasa siang.
Menurut Bowo, terobosan pertama di Indonesia ini sekarang baru bsia dinikmati di lima lokasi Jakarta. Yaitu di pusat perbelanjaan Kota Casablanca, Central Park, Euphoria Lounge Menara Prima, XL Xplor Senayan City dan Graha XL.
Setelah di Jakarta, lanjut dia, baru dikembangkan di Surabaya. Sekarang ini, XL Surabaya tengah memetakan 10 titik penyebaran jaringan 4G-LTE. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi pesatnya kebutuhan masyarakat terjadap akses internet berkepatan tinggi.
‘’Sudah ada beberapa titik di Surabaya yang kami petakan untuk melayani fasilitas ini. Sekarang taraf persiapan sambil menunggu kesiapan handset yang bisa dimanfaatkan untuk teknologi 4G-LTE,’’ paparnya.
Secara teknis, lanjut Bowo, sebenarnya XL tidak bisa memastikan bahwa Malang Raya harus dikembangkan 4G-LTE setelah Surabaya. Tetapi, jika permintaan pelanggan untuk internet yang kecepatannya 15 kali lipat dari 3G ini tinggi, maka Malang Raya bisa dimulai.
‘’Teknisnya begitu. Kita tidak bisa pastikan bawah Malang Raya setelah Surabaya, tidak begitu. Hanya, kalau pelanggan Malang animonya tinggi tentu 4G/LTE langsung kita buka,’’ ucapnya.
Disebutkan Bowo, sementara untuk menyosialisasikan layanan 4G-LTE pihaknya akan membangun ekosistem pendukungnya. Contoh ketersediaan telepon seluler (ponsel) yang mampu beroperasi di jaringan 4G-LTE dan terjangkau untuk semua kalangan pelanggan.
Beruntung, lanjut Bowo, produsen handset ponsel sudah menyatakan kesanggupannya untuk membantu progam 4G-LTE. Karena, dengan memproduksi ponsel 4G-LTE tentu produsen memiliki alternatif produk penjualannya.
‘’Semakin banyak pilihan ponsel, maka semakin besar pula keuntungan. Yang sudah pasti mau produksi antara lain Sony Mobile, Intel Corporation, LG Mobile, HTC, Nokia (Microsoft), Huawei, Speed Up, BlackBerry, dan Qualcomm,’’ paparnya.
Ditambahkan dia, progam 4G-LTE yang diluncurkan oleh Kalamullah Ramli (Menteri Komunikasi dan Informatika Malaysia) di Jakata ini, tentu membutuhkan investasi tambahan. Tetapi, investasi itu sudah diakumulasi dengan total investasi XL selama 2014 yang sebesar Rp 7 triliun.
‘’Khusus untuk 4G-LTE saya tidak break down angkanya. Tapi itu bagian dari total investasi keseluruhan. Tentunya, setiap tahun, investasi yang dilakukan angkanya semakin besar mengikuti perkembangan kebutuhan teknologi,’’ pungkasnya.
Data yang dihimpun MP menyebutkan, pelanggan layanan datanya secara nasional kini mencapai 32 juta atau 51 persen dari total pelanggan XL yang saat ini sekitar 62.9 juta. Sampai sekarang XL juga telah melakukan modernisasi seluruh jaringannya dan telah tuntas pada 2013.
Bahkan, XL telah memiliki jaringan infrastruktur fiber optic sepanjang lebih dari 30.000 KM dan jumlah BTS lebih dari 47.000 BTS baik 3G maupun 2G. Untuk teknologi 4G ini XL tengah menunggu kebijakan pemerintah menggunakan teknologi netral di frekuensi 1.800 MHz. (has/feb)