Ponsel 'Jangkrik' Google Mulai Unjuk Gigi

JAKARTA - Dulu, di bisnis komputer kerap terdengar PC jangkrik, yakni komputer rakitan hasil permintaan konsumen. Kini, konsep yang kurang lebih sama coba diaplikasikan Google dalam sebuah ponsel.
Setelah cukup lama sebatas konsep, ponsel rakitan Google yang dikembangkan dalam project Ara mulai unjuk kebolehan. Meski masih dalam tahap pengembangan, ponsel yang awalnya terpecah dalam modul-modul tersendiri itu sudah bisa dioperasikan.

Hal ini ditunjukkan oleh ahli yang berada di balik pengembangan Project Ara. Di lab pengembangannya yang berlokasi di Boston, Amerika Serikat, meski masih berstatus prototipe, ponsel Project Ara dapat berfungsi seperti ponsel Android pada umumnya.
Karena masih prototipe, bentuknya memang masih jauh dari kesan bagus karena terlihat cukup tebal. Namun sesuai konsep, ponsel tersebut benar-benar terdiri dari beberapa modul yang mewakili fungsinya masing-masing.
Jadi bentuk awalnya yang jadi pondasi adalah bagian layarnya. Selanjutnya pengguna bisa menambahkan modul-modul yang diinginkan sesuai kebutuhan seperti prosesor, RAM, memori internal, baterai, dan kamera.
Adapun cara merakit modul-modul tersebut adalah dengan menggunakan metode slot. Jadi penguna tinggal menggeser tiap modul yang dibutuhkan ke slot modul yang tersedia. Setelah seluruhnya terpasang, tinggal tekan tombol power, Android pun langsung tampil sebagai sistem operasinya.
Dari desainnya, Project Ara jelas masih jauh dari kata sempurna. Namun seperti dilansir The Verge, Kamis (30/10/2014), desain yang sesungguhnya disebut akan dipamerkan Google di konferensi developer Project Ara yang akan dihelat pada bulan Januari 2015 secara bersamaan di Amerika Serikat dan Singapura. (dtc/aim)