Flexi Mati Akibat Listrik Padam

MALANG – Pelanggan kartu CDMA dan Flexi di Malang Raya sempat kaget Minggu (2/11) lalu. Pasalnya, pengguna Flexi tidak bisa mengoperasikan ponselnya untuk komunikasi. Banyak yang beranggapan Flexi sudah tamat dan pelanggan yang belum migrasi ke Telkomsel harus merelakan nomornya hangus.
Namun ternyata migrasi belum berlaku untuk wilayah Malang di bulan ini. Sebab, yang terjadi di akhir pekan kemarin merupakan gangguan yang dialami jaringan. “Belum, saat ini masih tetap menggunakan Flexi. Yang terjadi kemarin karena listrik mati di pusat,” ujar Manager WiBro Telkom Malang, Susilo.
Menurut dia, Telkom Malang pun menerima banyak keluhan dari pelanggan. Kemudian dari pihak Telkom pun sudah merespon pertanyaan dari pelanggan. “Ya mungkin masih kaget, dikiranya sudah berlaku awal November ini,” jelas dia ketika dikonfirmasi Malang Post.
Dia menyebutkan, server di Kebalen Surabaya yang merupakan pusat untuk wilayah Malang mati akibat pemadaman listrik. Meski sudah ditunjang dengan diesel, namun karena PLN tidak segera bertindak, solar pun tidak mencukupi.
“Stok solar tidak cukup sehingga server pun mati semua. Di sana ada lima server. Begitu ditangani, tiga server langsung bisa digunakan, sementara dua server lainnya, yakni 1 dan 3 masih belum selesai,” jelas dia panjang lebar.
 Server 1 dan 3 ini meliputi wilayah Malang bagian timur sekaligus SMS center. Sehingga, pelanggan area Malang Raya terpaksa dibuat panik seharian. Sebab, kejadian ini berlangsung hingga pukul 22.00 WIB. “Ketika malam pasti sudah sedikit yang mencoba apakah Flexi sudah bisa digunakan kembali. Tetapi pada jam itu semua sudah normal,” imbuh Susilo.
Sementara itu, General Manager PT Telkom Indonesia Kantor Wilayah Telkom Jatim Selatan-Malang, Hendro Setyo Budi sejak lama sudah menjelaskan bila proses penutupan Flexi tidak dilakukan begitu saja. Perlu proses panjang sehingga semua pelanggan tidak sampai kehilangan kontak dengan kawan-kawannya yang terhubung melalui nomor Flexi.
Ada beberapa tahapan yang akan dilakukan oleh Telkom sebelum menghentikan total layanan Flexi. Diantaranya adalah upgrade layanan Flexi ke nomor Telkomsel. Dengan adanya upgrade ini, pelanggan Flexi nantinya akan mendapat lebih banyak keuntungan.
“Pelanggan bisa upgrade nomornya menjadi Hallo atau AS, dan memiki keuntungan tersendiri. Misalnya akan mendapatkan kesempatan memperoleh empat digit terakhir nomornya,” urainya.
Keuntungan lain, tarif antar sesama eks-Flexi masih sama, yakni Rp 49 per menit, jaringan lebih kuat karena menggunakan BTS Telkomsel yang jumlahnya lebih banyak, serta kecepatan internet yang jauh lebih tinggi karena menyesuaikan milik Telkomsel.  
Sementara itu, salah satu pengguna Flexi, Hari Yuswanto mengakui kaget ketika ponselnya tidak bisa digunakan untuk telepon dan sms akhir pekan lalu. Dia pun sempat pasrah kehilangan nomor telepon serta kontak dari koleganya karena belum melakukan migrasi hingga saat ini. “Ya Flexi tamat dan harus ganti  nomor,” sebut dia.
Di Malang Raya atau wilayah 0341, pengguna Flexi saat ini sebanyak 400 ribu pelanggan. Dari total pengguna tersebut, baru sekitar 2000 pelanggan saja yang sudah bermigrasi. (ley/feb)