Smartfren-Esia Bangun Kerjasama Jaringan

BARENG ESIA: Jaringan dan layanan Smartfren dalam waktu dekat juga akan digunakan oleh Esia.

MALANG – Realisasi kerjasama terkait jaringan dan layanan antara PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) dengan PT Bakrie Telecom Tbk akan segera terwujud. Hal ini terjadi setelah akhir Oktober lalu kedua belah pihak telah melakukan penandatanganan kerjasama yang akan segera berlanjut pada persiapan fisik lebih maksimal untuk melayani pelanggan.
Kerjasama antara Smartfren dan Bakrie Telecom ini terwujud pasca Perjanjian Kolaborasi dan Perjanjian Sewa Menyewa Jaringan pada Kamis (30/10)lalu. Kerjasama tersebut merupakan bentuk pelaksanaan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 932/2014.
“Akhirnya perjanjian kerjasama telah terwujud. Beritanya memang sudah lama, tetapi baru terwujud akhir bulan lalu,” ujar Head of Brand and Coorporate Marketing Communication Smartfren, Roberto Purba.
Menurutnya, pasca penandatanganan tersebut, kedua belah pihak akan segera mewujudkan apa yang telah disepakati. Sehingga, jaringan Btel milik Esia akan digabungkan dengan Smartfren. Selanjutnya, Btel akan menyewa jaringan dari Smartfren untuk melayani pelanggan Esia sehingga dapat terlayani dengan jangkauan yang lebih baik.
“Selanjutnya perkembangan pasti akan lebih cepat dan kami beritahukan dengan segera,” tegas Roberto.
Sementara itu, Presiden Direktur Btel Jastiro Abi dalam keterangan resminya menyampaikan, kerjasama tersebut bentuk respon cepat Bakrie Telecom sebagai operator CDMA menanggapi arahan pemerintah untuk mendorong broadband society dan broadband economy di seluruh Indonesia. Dengan Perjanjian Kolaborasi tersebut, jaringan Btel akan digabungkan dengan jaringan milik Smartfren sehingga dapat melayani pelanggan Esia.
 “Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah yang telah menetapkan frekuensi 800 Mhz sebagai frekuensi yang netral teknologi. Sehingga seluruh pelanggan Esia dan Smartfren dapat terus menikmati layanan telekomunikasi yang murah dan berkualitas tinggi yang selama ini didapatkan dari teknologi CDMA,” terang Abi.
Dia melanjutkan, bahwa kolaborasi yang dilakukan kedua perusahaan itu akan membuka peluang bisnis yang jauh lebih besar bagi Btel dan Smartfren karena keduanya telah mengantongi izin penggunaan teknologi netral di frekuensi 800 Mhz.
Presiden Direktur Smartfren Rodolfo Pantoja pun mengaku menyambut baik konsolidasi yang telah dijalin Smartfren dan Btel. Rodolfo mengungkap di dalam Perjanjian Sewa Menyewa Jaringan bahwa Smartfren berkomitmen untuk memberikan kualitas layanan yang sama dengan yang diberikan kepada pelanggan Smartfren sendiri.
Lebih lanjut, BTEL dan Smartfren akan segera menjajaki kemungkinan pengembangan jaringan menuju layanan 4G berbasis LTE FDD guna meningkatkan kualitas dan layanan bagi para pelanggannya. (ley/aim)