Kota Malang Tunggu Xiaomi Redmi 1S

DINANTI: Outlet Erajaya Group, Erafone akan menghadirkan smartphone Tiongkok, Xiaomi dalam waktu dekat.

MALANG – Tidak lama lagi, ponsel yang sempat menjadi buah bibir dengan pemasaran secara online, yakni Xiaomi akan dijual dengan offline. Sehingga, pemesanan produk pun tidak lagi via online yang terkadang terbatas waktu dan harus berebut dengan konsumen lain yang tergoda akan smartphone asal Tiongkok tersebut. Namun, perangkat tersebut bisa didapati di outlet Erajaya Group, yakni Erafone yang ada di MOG.
Head Store Erafone Malang, Rizki Cahyono menuturkan, bila mulai awal pekan ini smartphone Xiaomi resmi dijual jaringan ritel, Erajaya.
“Dalam waktu dekat pasti sudah ada, karena kabarnya ada kerjasama resmi dengan Erafone” janjinya.
Menurut dia, kabar kerjasama antara Xiaomi dengan Erafone juga sudah diterima hingga di Malang. Tak pelak, perkembangan itu menjadi berita bahagia bagi penggemar gadget yang penasaran akan produk dari Xiaomi.
“Penjualan secara online sangat laris. Sehingga banyak customer yang penasaran karena terkadang kehabisan karena penjualan berbatas waktu dan terkadang pre order,” papar dia panjang lebar.
Pria yang akrab disapa Kiki ini menyampaikan, persemian penjualan diawali di Jakarta Sabtu (15/11) lalu di 20 outlet di Jakarta. Selanjutnya, mulai kemarin, sudah mulai disebarkan di kota besar lain.
“Untuk Malang paling lambat akhir bulan pasti sudah ada,” tegas dia kepada Malang Post.
Untuk edisi perdana ini, tipe smartphone yang dijual yakni Xiaomi Redmi 1S. Perangkat ini ditawarkan seharga Rp 1,549 juta, atau lebih mahal sebesar Rp 50 ribu ketimbang harga ketika ditawarkan secara online via Lazada yang hanya Rp 1,449 juta.
Sementara itu Owner Steven Cell, Wawan Wahyu mengakui, penjualan secara offline ini membuka kesempatan bagi penggemar gadget untuk memilikinya, dari berbagai kalangan. Menurut dia, selama ini hanya penggemar gadget yang gemar online saja yang dapat mengetahui update terbaru dari penjualan Xiaomi.
“Customer yang cenderung membeli ke outlet sering bertanya tentang Xiaomi. Tentu saja tidak ada, dan mereka enggan juga memesan secara online,” beber dia.
Wawan menjelaskan, penjualan secara offline ini juga disambut antusias oleh pebisnis gadget. Mereka sudah memiliki distributor yang resmi ketika hendak turut memasarkan gadget tersebut. (ley/oci)