Bus Listrik Pertama Terbesar di Dunia Diluncurkan

SURABAYA - Setelah sukses membuat mobil listrik, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya kembali menunjukkan kehebatannya membuat bus listrik. Bus listrik yang didominasi warna merah branding Telkomsel dan berkapasitas 26 penumpang ini diresmikan Minggu (23/11) lalu di Halaman GraPARI Taman Bungkul Surabaya.
Peresmian Bus Listrik karya anak bangsa yang pertama berhasil diproduksi ini, dilakukan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, didampingi Direktur Utama Telkomsel Alex J Sinaga dan Rektor ITS Prof Dr Ir Triyogi Yuwono DEA serta Direktur Sales Telkomsel, Mas’ud Khamid.
 Kesuksesan ITS membuat bus listrik ini tidak lepas dari dukungan Telkomsel sebagai Operator Paling Indonesia. 
 
Menurut Direktur Utama Telkomsel, Alex J Sinaga, Selama ini, ITS telah melakukan kerjasama berupa penelitian dan pengembangan bus listrik sampai akhirnya hari ini terealisasi dan ditunjukkan kepada masyarakat. “Bus listrik ini adalah hasil karya anak bangsa yang patut kita banggakan,” ujarnya.
Terwujudnya Bus Listrik ITS ini, kata Alex, merupakan kepedulian Telkomsel dalam mendukung upaya pemerintah mengembangkan kendaraan berbahan bakar listrik. Berdasarkan road map yang telah disusun pemerintah, produksi 10.000 unit kendaraan listrik akan dilakukan pada 2016.
''Kehadiran bus listrik karya ITS ini menunjukkan bahwa sebenarnya sumber daya manusia Indonesia tidak kalah dengan luar negeri. Kita harus bangga sebagai bangsa Indonesia, sekaligus ini juga menunjukkan, Indonesia tidak perlu impor bus listrik dari Tiongkok karena sudah mampu memproduksi bus listrik sendiri,'' papar Alex.
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyambut baik hadirnya Bis Listrik hasil karya anak ITS dan dukungan Telkomsel. “Saya berharap kedepan Bus ini bisa bermanfaat untuk Warga Surabaya,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor ITS, Prof Dr Triyogi menambahkan bila bus ini menggunakan Battery yang dapat dicharge 8 jam dan mampu berjalan sampai dengan 160 Kilometer. Dan keunggulan bus listrik ini adalah mampu menghemat biaya operasional hingga 40 persen dibandingkan bus konvensional.
“Bus listrik ini digerakkan oleh baterai yang diimpor dari China. Dilengkapi smart grid sehingga sumber listrik bisa didapatkan dari mana pun, termasuk tenaga surya. Saat kapasitas baterai tinggal 20 persen, akan ada peringatan sehingga baterai tidak benar-benar habis,” papar dia.
Sebelum peresmian Bus Listrik ITS, Telkomsel juga menggelar Heroes Fun Walk sepanjang 3 km yang diikuti sekitar 2000 peserta. Heroes Fun Walk ini ditujukan untuk ikut memperingati Hari Pahlawan. (ley/ary)