Bentuk Task Force Demi Layanan M2M Terintegrasi

Indosat dan Conexus Mobile
MALANG – Indosat bersama aliansi mobile network terbesar di Asia, Conexus Mobile, membentuk Task Force (satuan tugas) yang menjamin penyediaan layanan M2M di negara-negara anggota Conexus.
Task Force bertujuan untuk meningkatkan kebutuhan layanan M2M bagi perusahaan multinasional melalui studi kelayakan dalam optimalisasi biaya, potensi pasar lokal dan regional, utilisasi yang lebih baik, dan solusi tanpa batas dengan dukungan teknologi device dan aplikasi serta integrasi konektivitas secara seamless.
Task Force bergerak mengarahkan operator telekomunikasi anggota Conexus membentuk aliansi yang kuat menyambut era in-market dan out-market M2M dimana mesin-mesin yang terkoneksi yang bergerak lintas negara dapat terus terhubung secara efisien dan cost effective. “Task Force M2M Conexus merupakan wadah berbagi pengetahuan dan best practices M2M, mengeksplorasi lebih lanjut peluang bisnis M2M di operator telekomunikasi anggota serta barometer untuk pengembangan M2M saat ini dan yang akan datang,” ujar Director & Chief Wholesale and Enterprise Indosat, Fadzri Sentosa.
Menurut dia, nantinya solusi yang dihadirkan Conexus bagi masyarakat dan pelanggan akan terasa tepat guna, yakni mendukung bisnis yang lebih efisien secara nyata serta meningkatkan daya saing nasional. “Komitmen Indosat adalah menghadirkan layanan terbaik untuk mendukung operasional para pelanggan bisnis. Sehingga saat ini kami sedang mensinergikan kekuatan Indosat dengan anak perusahaan kami, Lintasarta, yang juga melayani pelanggan bisnis,” papar dia.
Melalui sinergi itu, sesuai dengan penjelasan Fadzri, Indosat menargetkan pelanggan bisnis Indosat dan Lintasarta bisa terus mengembangkan bisnisnya. Apalagi, ditambah dengan layanan baru yang diluncurkan, yaitu MyApps, WAN Optimizer dan M2M Platform.
M2M Platform, berupa platform layanan M2M terintegrasi yang dapat mengelola seluruh perangkat, mesin atau aset dalam satu sistem aplikasi. Baik MyApps, WAN Optimizer dan M2M Platform akan memberikan manfaat bagi perusahaan berupa kemudahan pengoperasian, percepatan implementasi, dan kontrol penuh oleh pelanggan. “Manfaat akhir yang dapat dirasakan adalah efisiensi operasional dan peningkatan kinerja bisnis,” tandas dia.
Setelah integrasi framework terbangun di antara negara anggota Conexus Mobile, layanan M2M akan segera beroperasi di Indonesia, Jepang, Hongkong, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Vietnam dengan efisiensi yang lebih besar dan kemampuan penuh end-to-end antar pelanggan bisnis.
Sementara itu, beberapa waktu lalu tepat di hari ulang tahun ke 47 pada 20 November, Indosat telah mengenalkan satu teknologi terbarunya. Yakni berupa jaringan long term evolution (LTE) tercepat di Indonesia bernama Super 4G-LTE. Teknologi tersebut, memanjakan pengguna akses data dari berbagai kalangan, dengan kecepatan mencapai 185 Mbps.
“Kami sudah melakukan modernisasi jaringan untuk menunjang keinginan konsumen. Sehingga dengan demikian, mengurangi keluhan pelanggan akan lemahnya akses jaringan data dari Indosat,” ujar Head of Sales Indosat Malang, Erwiyati Sri Lestari.
Dia menjelaskan, modernisasi jaringan juga membuat beberapa wilayah yang jauh dari pusat kota juga bisa menerima kekuatan jaringan  yang modern. Misalnya di wilayah Kepanjen yang sebelumnya masih terakses jaringan 2G dan bisa lebih lancar dengan jaringan 3G.
“Secara bertahap, kami juga akan memodernisasi hingga ke daerah-daerah,” papar dia kepada Malang Post. (ley/fia)