Jumlah Pengguna Disalip Instagram, Twitter Cuek

CEO Instagram Kevin Systrom mengumumkan bahwa Instagram mempunyai pengguna aktif melebihi Twitter. Menanggapi hal tersebut, Co-Founder Twitter, Evan Williams tidak menghiraukan hal tersebut.
“Kenapa hanya pengguna aktif yang dibicarakan? Twitter merupakan jaringan informasi real-time di mana segala sesuatu di dunia terjadi di Twitter, bahkan pemimpin dunia juga melakukan percakapan di Twitter,” ujar William selaku Co-Founder Twitter.
Lebih lanjut, William mengungkapkan bahwa dirinya tidak peduli jika Instagram memiliki lebih banyak pengguna. Dia juga mencatat, Twitter menghasilkan lebih banyak uang dibandingkan dengan Instagram maupun Facebook.
Hal itu berdasarkan laporan di 2014, kuartal ketiga, facebook mendapat USD1.95 miliar atau sekira Rp234 trilliun, sedangkan twitter mendapatkan USD272 miliar atau sekira Rp326.4 triliun.
Dalam persaingan dengan Facebook, twitter memiliki lalu lintas iklan sendiri dibandingkan dengan Facebook atau halaman pencarian Google+AdMob, hal ini menyebabkan Facebook memiliki harga saham kecil karena kurangnya pendapatan pada iklan mobile.
Di sisi lain, Facebook membeli 'parse', yakni sebuah perusahaan layanan yang akan membangun sebuah layanan hosting atau aplikasi mobile sebagai bentuk dari strategi Facebook.
Setelah saham Facebook dikabarkan menurun, diharapkan pengguna dapat mendorong konten mereka dari aplikasi Facebook dan terhubung kembali ke News Feed mobile agar Facebook dapat menampilkan iklan.
Artinya, merek dagang besar bukanlah salah satu faktor mendapatkan banyak pelanggan. Hal ini terbukti dengan besarnya nilai investasi yang di tanamkan oleh pengusaha pada aplikasi iklan. Selain Twitter dan Facebook, Google juga dikabarkan tergiur dengan bisnis iklan mobile. Google melihat potensi dari iklan mobile dan membeli perusahaan besar AdMob di 2009, sementara Apple mengumumkan iklan mobile miliknya iAd di 2010.(ozn/fia)