BlackBerry Passport Inden Tiga Hari

MALANG – BlackBerry Passport akhirnya masuk di pasar gadget Malang. Seri ini disebut menjadi simbol kebangkitan kembali pabrikan yang terkenal berkat fitur BlackBerry Messenger (BBM) tersebut. Sayangnya, Passport hanya bisa di dapatkan di outlet besar saja.
Memang, keberadaan BlackBerry Passport tak mudah ditemukan di outlet gadget.Berbeda dengan seri terbaru lain, seperti Samsung Galaxy Note 4 dan Samsung Galaxy Note Edge yang sudah beredar hamper di seluruh outlet. Di Malang Plaza beberapa outlet sudah memiliki koleksi tersebut. Salah satunya di Karna Jaya Celluler di Malang Plaza.
Owner Karna Jaya, Badri menyampaikan, seri ini baru hadir sekitar sepekan. Bila dibandingkan dengan seri premium terbaru ala Samsung, peluncuran BlackBerry Passport memang masih terhitung lebih baru. “Baru dikenalkan di awal November lalu. Setelah itu, masuk di pasar gadget tanah air juga baru sebulan terakhir ini,” beber dia kepada Malang Post.
Menurutnya, untuk persediaan dari seri yang memiliki lebar 4,5 inci tersebut, juga terhitung masih terbatas. Dalam sekali order stok, antara 3 - 4 unit. “Harganya juga terhitung mahal, sebab di atas Rp 9 juta. Makanya, hanya beberapa outlet besar saja yang sudah menyediakan seri ini,” imbuh Badri.
Malahan, beberapa hari terakhir diakui Badri customer mesti inden antara 3-4 hari. Sebab, begitu customer mengetahui keberadaan BlackBerry tersebut, peminatnya terhitung lumayan. “Untuk bandrol harga yang hampir menembus Rp 10 juta, yang membelinya memang pengguna smartphone kalangan menengah ke atas. Mereka terlihat penasaran sehingga berani memesan,” urai dia.
Hal yang sama kini juga berlaku di beberapa outlet lain. Di Shinta Cell misalnya, juga sudah memiliki koleksi tersebut. Namun, untuk saat ini persediaan masih diutamakan bagi customer yang sudah menginden sebelumnya. Yang tertarik memiliki koleksi BlackBerry Passport, harus inden juga.
Perangkat ini memiliki nilai lebih pada sisi desain yang menunjukkan sisi premium perangkat. BlackBerry Passport punya bentuk yang benar-benar kotak dengan sudut yang lancip. "Selain bentuknya seperti paspor, bodinya tidak terlalu tebal sebab hanya 9,4 mm. Bodinya memang dominan terbuat dari plastik, tapi adanya rangka berbahan stainless steel di sekeliling perangkat serta di sela-sela keyboard mampu membuat Passport terlihat elegan," paparnya.
Di samping elegan, perangkat ini juga punya konstruksi yang sangat solid. Dengan keyboard fisik qwerty, perangkat ini memiliki daya tarik berbeda ketimbang yang lain. Berbekal bentang 4,5 inch, resolusi yang ada pada BlackBerry Passport ini sebesar 1440x1440 piksel. Kejernihan serta ketajaman menjadi nilai plus dari perangkat yang memiliki slot MicroSd hingga 128 GB ini.
Menurut Badri, sudut penglihatan begitu luas sehingga dilihat dari manapun kualitas output layar tidak menurun. Menggunakan Passport di tempat terbuka dalam kondisi matahari terik pun tidak akan menjadi masalah karena visibilitas layarnya luar biasa.
Dapur pacu perangkat dimotori oleh prosesor Snapdragon 801 quad-core dengan clock 2,26 GHz, RAM 3 GB, Adreno 330 untuk GPU, dan kapasitas penyimpanan internal 32 GB. Seri ini mengusung kamera beresolusi 13 MP di belakang serta 2 MP di depan, dan menjadi andalan BlackBerry untuk mengisi fitur kamera. LED flash, serta optical image stabilization juga dihadirkan untuk melengkapinya. “Secara kualitas, ini adalah kamera terbaik yang pernah ada pada smartphone BlackBerry. Ketajaman foto bagus dengan kontras yang baik,” pungkasnya.(ley/ary)