Samsung Bantah Caplok BlackBerry

SAMSUNG dikabarkan berniat mengakuisisi BlackBerry senilai USD 7,5 miliar. Kedua belah pihak sudah mengeluarkan bantahan. Bos Samsung juga telah menegaskan pihaknya tidak tertarik membeli BlackBerry.
"Kami ingin bekerja sama dengan BlackBerry dan mengembangkan kemitraan ini, bukan untuk mengakuisisi perusahaan tersebut," kata J.K Shin, Co CEO Samsung yang dari Wall Street Journal, Selasa (2/1/2015).
Dikatakannya, Samsung memang berniat meningkatkan kerja sama dengan BlackBerry, termasuk menggunakan teknologi BlackBerry di perangkat Samsung. Tapi tidak ada pembicaraan soal rencana aksi akuisisi.
Shin menjelaskan, akuisisi BlackBery malah akan melemahkan strategi Samsung sendiri. Soalnya, Samsung punya ambisi menguasai pasar enterprise dengan platform sekuriti Knox yang dikembangkannya.
Samsung yang saat ini masih produsen ponsel terbesar di dunia telah menginvestasi banyak uang untuk pengembangan Knox. Meskipun memang platform tersebut masih belum banyak dimanfaatkan di enterprise.
"Kami puas dengan perkembangan Knox, termasuk kualitas sekuriti dan perlindungan yang diberikannya, dan tetap berkomitmen pada Knox ini dalam jangka panjang," demikian pernyataan Samsung.
Sebelumnya pada November 2014 lalu, Samsung dan BlackBerry telah melakukan kesepakatan yang memungkinkan kedua perusahaan menjual solusi sekuriti satu sama lain. Samsung telah melakukan kesepakatan serupa dengan Citrix System, Good Technology, MobileIRaon dan AirWatch dari VMWare.
Pihak Samsung mengatakan pula bahwa kabar kalau mereka ingin membeli BlackBerry untuk mendapatkan paten adalah tidak beralasan. Soalnya, portofolio paten Samsung sendiri sudah termasuk yang paling besar.
Pada akhir tahun 2013, Samsung telah memiliki lebih dari 110 ribu paten secara global, termasuk 34 ribu di Amerika Serikat. Sedangkan BlackBerry punya 44 ribu paten.
Rumor akuisisi Samsung sempat membuat harga saham BlackBerry melejit, tapi kemudian terkoreksi setelah kedua perusahaan mengeluarkan bantahannya masing-masing. Ini bukan pertama kalinya BlackBerry diterpa rumor akuisisi.
Melemahnya posisi BlackBerry di pasar smartphone telah menimbulkan banyak kabar kalau berbagai perusahaan antre ingin mengakuisisi mereka. Sebut saja Lenovo, Huawei sampai Microsoft. Namun sampai sekarang, semuanya masih sebatas gosip.(dtc/fia)