Andalan Kelas Low End untuk Telepon dan SMS

MALANG – Pabrikan Samsung memiliki amunisi untuk menghadapi persaingan gadget dengan vendor lokal di kelas low end. Salah satunya dengan seri Samsung Galaxy Star Pro, yang menjadi favorit bagi pengguna yang baru beralih pada teknologi smartphone atau pengguna yang membutuhkan gadget sebagai perangkat kedua.
Owner Steven Cell Wawan Wahyu menyampaikan, Samsung juga bersaing untuk menggoda pasar di kelas bawah. Di kisaran harga Rp 900 ribu sampai dengan Rp 1,5 juta tak kalah laris dengan seri premium dengan bandrol di atas Rp 5 juta.
“Misalnya keluarga Galaxy Star hingga Galaxy V yang sudah menggunakan Android KitKat,” ujarnya.
Menurut dia, satu yang laris bernama Samsung Galaxy Star Pro. Ponsel yang mengusung fitur dual SIM ini kerap dijadikan sebagai ponsel kedua untuk menemani perangkat canggih yang dimilikinya.
“Sekarang kan orang memiliki dua atau tiga perangkat sudah umum. Setelah satunya perangkat mahal atau pilihan tablet, maka pengguna mencari yang murah namun kuat,” terang dia.
Dia memastikan bila perangkat yang dibandrol Rp 999 ribu ini tahan sebagai andalan untuk menemani perangkat mewahnya. Selain itu, teknologi yang diusung pun sudah sangat cukup untuk melayani kebutuhan pengguna di kalangan low end.
“Bila penggunanya masih anak-anak atau low end, maka fiturnya sudah cukup. Sementara bila penggunanya kelas atas, perangkat ini diandalkan untuk telepon atau SMS,” papar dia panjang lebar.
Samsung Galaxy Star Pro bila dilihat dari fiturnya, sudah mendukung koneksi internet dengan fasilitas EDGE. Bila ingin koneksi cepat, bisa menggunakan fitur Wifi.

Galaxy Star Pro merupakan perangkat dengan layar 4 inci yang memiliki resolusi rapat dengan teknologi WVGA 480 x 800 pixel. Layarnya sudah dilengkapi dengan teknologi capacitive yang mendukung aktivitas multitouch hingga lima titik sentuhan.

Untuk sektor dapur pacunya sudah menggunakan prosesor berkecepatan 1 GHz dengan RAM 512 MB. Perangkat ini menggunakan kamera utama beresolusi 2 MP tanpa dukungan auto fokus dan LED Flash. Untuk menyimpan hasil foto, memori internal disediakan sebesar 4 GB dengan tambah slot micro SD mencapai 32 GB.

Wawan menyampaikan, seri ini di tahun 2014 lalu menjadi seri low end dengan penjualan terbaik. Trend yang sama masih berlaku di tahun ini, sebab selalu ada penjualan seri tersebut tiap pekannya. “Untuk seri yang lebih mahal, kan mesti mengumpulkan budget dulu. Seri ini, tidak perlu lama menabungnya bila pembelinya anak-anak,” pungkas dia lantas tertawa. (ley/oci)