Layanan 4G Indosat Bidik Tempat Wisata

Sempat mengaku malu saat meluncurkan layanan 4G-nya beberapa waktu lalu, nyatanya Indosat tetap akan berekspansi. Setelah Jakarta, kota lain yang bakal disambangi 4G Indosat adalah Yogyakarta dan Bali pada Q1 2015.
Namun kehadiran 4G LTE di kedua kota tersebut tak akan serta merta hadir di semua wilayah, melainkan tempat-tempat tertentu saja. Permintaan dan potensi bisnis jadi pertimbangan apakah sebuah daerah akan kebagian jaringan 4G Indosat.
"Kami akan menempatkan di tempat yang potensinya tinggi seperti tempat wisata dan pusat belanja," ujar Division Head Public Relation Indosat  Adrian Prasanto.
Indosat juga memastikan bahwa mereka akan melakukan ekspansi besar-besaran ke jaringan 4G LTE saat frekuensi 1.800 MHz bisa digunakan untuk teknologi telekomunikasi generasi keempat tersebut. Indosat memilih tidak memaksakan diri karena dalam jaringan 900 MHz kecepatan maksimal yang bisa didapat hanya 35 Mbps. Sementara dengan jaringan 3G berteknologi U900 dan DC-HSPA+ diklaim tembus sampai 42 Mbps.
"Why we should launch quickly? Toh, kecepatan maksimum 4G LTE ini cuma 35 Mbps karena semua pakai 5 MHz. Speed-nya lebih pelan dari 3G, malu bos. Kalau dengan 5 MHz saja tak mungkin lebih cepat dari 3G yang sudah 42 Mbps," jelasnya.
Sementara itu, sejak Indosat memperbarui jaringannya, trafik data tercatat meningkat. Pasalnya, dengan implementasi teknologi U900 dan dual carrier-high speed data access (DC-HSPA+), kecepatan jaringan internet Indosat bisa menembus 42 Mbps. Dan hal ini membuat lalu lintas data Indosat meningkat pesat.
Namun peningkatan lalu lintas data itu tak serta merta membuat jumlah pengguna layanan telepon dan SMS menurun. Layanan jadul itu masih mempunyai tempat tersendiri di kalangan pelanggan Indosat. "Meski tak menurun, jumlah pengguna layanan voice dan SMS terbilang stabil," imbuh Adrian. (ley/aim)